INSIBERNEWS - Menurut data dari tahun 2013, Jepang mengalami tingginya fenomena Jouhatsu.
Yaitu hilangnya orang -orang di Jepang tanpa jejak dan tidak ditemukan jasad dari para orang hilang tersebut.
Fenomena Jouhatsu merupakan praktik kepergian seseorang secara tiba-tiba dan tanpa meninggalkan jejak, seringkali dengan maksud untuk menghindari masalah atau melarikan diri dari kehidupan yang penuh tekanan.
Baca Juga: KPK Tolak Permintaan Hasto Kristiyanto untuk Tunda Pemeriksaan, Ini Alasannya!
Kata Jouhatsu secara harfiah berarti menghilang seperti uap yang menggambarkan seseorang yang menghilang tanpa pemberitahuan, meninggalkan keluarga, teman, atau rekan kerja tanpa petunjuk atau alasan yang jelas.
Fenomena ini sering terjadi di kalangan individu yang menghadapi kesulitan ekonomi, masalah keluarga, atau tekanan sosial yang berat.
Di Jepang, budaya kerja yang sangat menuntut dan norma sosial yang ketat dapat menciptakan kondisi mental yang penuh stres.
Baca Juga: Ramai Tagar Kluivert Out di Sosial Media, Begini Tanggapan Pelatih Timnas Indonesia
Hal tersebut memicu beberapa orang untuk memilih menghilang sebagai cara untuk melarikan diri dari tanggung jawab atau ekspektasi sosial.
Tidak jarang, seseorang yang mengalami Jouhatsu meninggalkan rumah, pekerjaan, dan bahkan identitas mereka, memilih untuk memulai kehidupan baru di tempat yang jauh dan tanpa dikenali.
Selain alasan pribadi, fenomena ini juga terkait dengan masalah kesehatan mental, terutama depresi dan kecemasan.
Baca Juga: Komdigi Sebut Pemerintah Akan Keluarkan Aturan Pembatasan Penggunaan Sosmed bagi Anak-anak
Dilansir INsibernews dari akun Instagarm @ngomonginuang (14/1/2025), dengan tingginya fenomena Jouhatsu maka muncul jasa Yongin Ya.
Yaitu jasa untuk membantu orang yang ingin menghilangkan jejak dan keberadaannya.
Artikel Terkait
6 Ide Desain Teras Rumah Minimalis Modern, Kombinasi Gaya Jepang dan Skandinavia yang Estetik
Syahrini Ajak Baby R Pulang Kampung ke Jepang, Gaya Mewah Curi Perhatian
Prabowo Sambut PM Jepang Shigeru Ishiba di Istana Bogor dengan Upacara Kenegaraan
Berpengalaman Selama 80 Tahun Dalam Program Makan Bergizi, Kini Jepang akan Bantu Indonesia
Waduh! 85 Ribu Orang di Jepang Hilang Secara Misterius Setiap Tahunnya, Kok Bisa?