INSIBERNEWS - Meta mengumumkan kebijakan baru dengan menghentikan akses fitur karakter kecerdasan buatan atau AI characters bagi pengguna remaja di seluruh aplikasinya secara global. Langkah ini menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan teknologi AI oleh kelompok usia muda yang dinilai rentan.
Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh platform di bawah naungan Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan layanan lain yang terintegrasi. Penghentian akses ini difokuskan khusus bagi pengguna di bawah usia dewasa, sementara pengguna dewasa masih dapat mengakses fitur tersebut dengan ketentuan tertentu.
Baca Juga: AS Resmi Keluar dari WHO, Dunia Diingatkan Hadapi Risiko Kesehatan Global Lebih Besar
Mengutip laporan Tech Crunch, Sabtu, Meta menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti pengembangan AI characters dihentikan sepenuhnya. Perusahaan menyebut sedang menyiapkan versi baru dengan sistem perlindungan yang lebih ketat dan mekanisme pengawasan tambahan, terutama bagi orang tua.
Meta menyatakan pengalaman AI ke depan akan dirancang lebih bertanggung jawab. Fitur-fitur baru disebut akan mengedepankan kontrol orang tua, pembatasan interaksi, serta sistem keamanan yang disesuaikan dengan usia pengguna.
“Kami sedang mengembangkan pengalaman AI yang diperbarui dengan perlindungan dan kontrol tambahan, khususnya untuk memastikan keamanan pengguna muda,” ungkap Meta dalam pernyataannya.
Baca Juga: Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving
Langkah ini diambil di tengah tekanan hukum yang meningkat terhadap Meta di Amerika Serikat. Perusahaan dijadwalkan menghadapi persidangan di Negara Bagian New Mexico terkait tuduhan bahwa Meta dinilai belum cukup melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi seksual di platformnya.
Kasus tersebut menjadi bagian dari gelombang gugatan yang menyoroti tanggung jawab perusahaan teknologi besar dalam menjaga keselamatan anak dan remaja di ruang digital. Fitur berbasis AI turut menjadi perhatian karena memungkinkan interaksi yang dinilai sulit diawasi sepenuhnya.
Di saat yang hampir bersamaan, laporan dari Wired menyebut Meta juga berupaya membatasi proses pengumpulan bukti yang berkaitan dengan dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Langkah ini memicu kritik dari sejumlah pemerhati kebijakan digital dan kelompok advokasi anak.
Meta sendiri berulang kali menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan pengguna muda. Namun, kebijakan perusahaan kerap dinilai tertinggal dibanding cepatnya perkembangan teknologi dan pola interaksi digital remaja.
Baca Juga: Dinar Candy Ingatkan Anak Muda Jauhi Podgeter Tak Lama Setelah Lula Lahfah Tutup Usia
Penghentian sementara akses AI characters ini dipandang sebagai upaya Meta meredam tekanan publik dan regulator, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk merancang ulang teknologi AI yang lebih aman sebelum kembali diperkenalkan ke pengguna muda.***
Artikel Terkait
82 Orang Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat Longsor Cisarua yang Dengar Dentuman Keras Sebelum Tanah Runtuh
DPR Angkat Suara soal Dugaan Bisnis Sawit PT Sinarmas di Aceh, Komisi IV Janji Turun Cek Temuan Jatam
Bawa Pulang Sejumlah Kesepakatan Strategis, Prabowo Tuntaskan Lawatan ke Tiga Negara
Tak Ingin Warga Lama di Pengungsian, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Kontrak Rp10 Juta bagi Korban Longsor Burangrang
Pramono Anung Bidik BTS Tampil di JIS Akhir 2026, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Dunia
Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar
Starmer Desak Trump Minta Maaf, Pernyataan soal Perang Afghanistan Picu Ketegangan Sekutu
Update! Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah jadi 16 Orang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian
AS Resmi Keluar dari WHO, Dunia Diingatkan Hadapi Risiko Kesehatan Global Lebih Besar