INSIBERNEWS - Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan pertemuan khusus dengan para pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di Amerika Serikat.
Agenda tersebut disebut akan membahas masa depan industri AI nasional, termasuk kemungkinan keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan sejumlah perusahaan teknologi strategis.
Menurut laporan BBC yang dikutip pada Minggu (7/6/2026), pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Gedung Putih dalam waktu dekat.
Trump disebut ingin berdiskusi langsung dengan para pelaku utama industri AI yang saat ini menjadi salah satu sektor paling berpengaruh dalam perekonomian global.
Salah satu isu yang mencuat adalah wacana pemerintah Amerika Serikat mengambil porsi kepemilikan atau saham pada perusahaan-perusahaan AI tertentu. Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk memperkuat posisi negara dalam pengembangan teknologi yang kini menjadi arena persaingan global.
Baca Juga: ESDM Perketat Pengawasan, Dugaan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Terkuak
Meski belum menyebut nama perusahaan secara resmi, sejumlah raksasa teknologi diperkirakan masuk dalam daftar peserta pertemuan. Di antaranya adalah Google, Microsoft, OpenAI, SpaceX, dan Anthropic yang saat ini menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi AI generatif dan sistem kecerdasan tingkat lanjut.
Pembahasan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan AI yang dinilai memiliki dampak besar terhadap ekonomi, keamanan nasional, pendidikan, hingga pasar tenaga kerja.
Sejumlah negara juga mulai menyusun strategi agar tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi global.
Baca Juga: Sarwendah Buka Suara dan Minta Maaf, Soroti Dampak Konflik terhadap Anak-Anak
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada kemungkinan penawaran umum perdana saham (IPO) dari beberapa perusahaan AI besar dalam waktu dekat. Langkah tersebut berpotensi mengubah peta investasi teknologi dan meningkatkan valuasi sektor AI secara signifikan.
Jika rencana pertemuan ini terealisasi, hasil pembahasannya diperkirakan akan menjadi salah satu keputusan penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan teknologi Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang.
Industri AI kini tidak lagi dipandang sekadar sektor bisnis, melainkan aset strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap daya saing negara.***
Artikel Terkait
Belanja AI Global Melejit, Industri Teknologi Siap Kucurkan Triliunan Dolar hingga 2027
Indonesia Pilih Optimisme Hadapi Disrupsi AI, Dunia Kerja Baru Jadi Peluang Strategis
Meta Tutup Akses AI Characters untuk Remaja, Janjikan Versi Lebih Aman dan Terkontrol
Prabowo Gaet Investor Global di AS, Komitmen Investasi Masuk ke Energi Terbarukan, Infrastruktur, dan AI
Bukan Hasil AI, Polisi Bongkar Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dari CCTV