INSIBERNEWS - Kamu baru tahu? Jamur enoki yang sering muncul di sup, tumisan, sampai hot pot ternyata punya cerita menarik soal pencernaan. Di balik teksturnya yang renyah dan rasanya yang ringan, jamur berbatang panjang ini dikenal cukup “bandel” saat masuk ke sistem cerna manusia.
Masalah utamanya ada pada struktur jamur enoki itu sendiri. Jamur ini mengandung kitin, sejenis serat alami yang juga ditemukan pada cangkang udang atau kepiting.
Kitin sulit diurai oleh enzim pencernaan manusia, sehingga tubuh tidak sepenuhnya mampu memecahnya dengan sempurna.
Baca Juga: WhatsApp Tambah Mode Keamanan Ketat Anti Siber, Akun Pengguna Kini Lebih Terlindungi
Akibatnya, jamur enoki kerap keluar dari tubuh dalam bentuk yang masih mirip dengan kondisi awal saat dikonsumsi. Fenomena ini sering membuat orang kaget saat melihat sisa makanan di feses, padahal bukan berarti jamur tersebut berbahaya atau tidak higienis.
Selain kitin, bentuk jamur enoki yang panjang dan berserat juga berperan. Jika tidak dikunyah dengan baik, jamur ini bisa lolos ke saluran cerna dalam ukuran besar. Semakin besar potongan yang masuk, semakin sulit pula sistem pencernaan memprosesnya.
Baca Juga: 15,3 Juta Warga Masih Unbanked, LPS Pasang Target Turunkan Angka Signifikan pada 2026
Meski demikian, bukan berarti jamur enoki buruk untuk kesehatan. Justru sebaliknya, kandungan seratnya yang tinggi membantu melancarkan pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama. Enoki juga rendah kalori serta mengandung vitamin B dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, pada sebagian orang dengan sistem pencernaan sensitif, konsumsi jamur enoki berlebihan bisa memicu rasa tidak nyaman. Perut kembung, begah, atau tidak enak di perut bisa muncul jika tubuh kesulitan mencerna serat kasarnya.
Baca Juga: Tak Disangka, Tidur Terang-Terangan Picu Penyakit Jantung, Ini Fakta Ilmiahnya!
Cara mengolah jamur enoki juga sangat berpengaruh. Memasaknya hingga benar-benar matang dan memotongnya lebih pendek dapat membantu mengurangi beban kerja sistem pencernaan. Mengunyah perlahan pun jadi kunci agar jamur lebih mudah diproses tubuh.
Jadi, kalau selama ini kamu heran kenapa jamur enoki terasa “susah dicerna”, sekarang sudah terjawab. Bukan karena tubuhmu bermasalah, tapi memang karakter alami jamur ini yang membuatnya sedikit berbeda dibanding sayuran lain.***
Artikel Terkait
Jarang Keluar Rumah? Waspadai Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan
Tekanan Regulator Berbuah Hasil, Apple Buka Akses Aplikasi di Luar App Store untuk iPhone
Susu Kental Manis Disorot dalam Bantuan Banjir Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko bagi Anak
Awas, Jangan Berlebihan! 5 Jenis Makanan dan Minuman Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar
Mau Bepergian Bawa Bekal? Ini Tips Simpel Agar Makanan Tetap Hangat Sepanjang Perjalanan
Bukan Cuma Obesitas, Berikut Bahaya Minuman Manis bagi Tulang yang Jarang Disadari!
Sering Bangun Tengah Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Kamu Alami Nokturia
Liburan Panjang Tak Selalu Menyenangkan, Perempuan Justru Lebih Rentan Stres, Ini Alasannya!
Mau Mulai Nabung di 2026? Ini Pilihan Investasi Terbaik yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Apple Ajukan Banding atas Putusan Antimonopoli Rp33,9 Triliun di Inggris