INSIBERNEWS - Konsumsi ikan sapu-sapu kini menjadi sorotan. Seperti yang diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan langkah penanganan dengan menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai perairan.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, dan juga bertujuan untuk meminimalkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, mengingat ikan ini diduga mengandung logam berat yang dapat memicu berbagai penyakit serius dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kasus Vape Narkoba Terbongkar, Frendry Dona alias Fhoku Masuk DPO Bareskrim
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, menjelaskan bahwa dampak konsumsi ikan sapu-sapu tidak selalu terlihat secara langsung.
Justru, ancaman terbesar muncul ketika zat berbahaya menumpuk di dalam tubuh secara perlahan tanpa disadari.
Menurutnya, ikan sapu-sapu berpotensi mengandung sejumlah logam berat berbahaya seperti merkuri, timbal (Pb), arsen, dan kadmium. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, zat-zat tersebut dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.
Baca Juga: Siswa SD Jatuh dari Gedung 3 Lantai di Bali, Kondisi Korban dan Kejanggalannya Terungkap
Merkuri diketahui dapat merusak sistem saraf, mengganggu fungsi otak, hingga berdampak pada organ vital seperti ginjal dan paru-paru.
Sementara itu, paparan timbal berisiko menyebabkan gangguan pada saraf pusat yang dapat berujung pada penurunan kecerdasan dan perubahan perilaku.
Tak hanya itu, arsen yang bersifat karsinogenik berpotensi memicu kanker, sedangkan kadmium dapat merusak ginjal serta sistem pernapasan. Paparan jangka panjang terhadap logam-logam berat ini juga kerap dikaitkan dengan munculnya penyakit degeneratif.
Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Dipastikan Stabil, Menteri ESDM Tegaskan Stok Aman dan Subsidi Tetap Terjaga
Ditegaskan hingga saat ini belum ada metode pengolahan yang benar-benar efektif untuk menghilangkan kandungan logam berat dalam ikan sapu-sapu.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menghindari konsumsi ikan tersebut dan memilih sumber protein lain yang lebih aman serta bergizi. ****
Artikel Terkait
Siswa SD Jatuh dari Gedung 3 Lantai di Bali, Kondisi Korban dan Kejanggalannya Terungkap
Uya Kuya Buka Sayembara Ungkap Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG, Siapkan Hadiah Tunai
Prancis Bantu Lebanon Negosiasi dengan Israel, Emmanuel Macron Siapkan Dukungan Penuh
Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang Trump Sepihak, Teheran Curiga Ada Motif Tersembunyi
Kasus Vape Narkoba Terbongkar, Frendry Dona alias Fhoku Masuk DPO Bareskrim