Suara Warga Cisarua usai Longsor: Petani Jangan Terus Disudutkan, Ini Soal Krisis Iklim!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:17 WIB
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)

Lebih jauh, Aisyah menolak anggapan yang menyudutkan petani sebagai biang keladi bencana. Ia menilai para petani justru berada di posisi paling rentan, dengan keterbatasan lahan dan pilihan ekonomi yang sempit.

“Petani sering dijadikan kambing hitam, padahal mereka juga korban,” ungkapnya.

Aisyah mencontohkan, di Desa Pasirlangu, rata-rata kepemilikan lahan petani hanya sekitar 0,3 hektar, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak memiliki tanah. Kondisi tersebut membuat upaya bertahan hidup menjadi semakin berat di tengah tekanan lingkungan dan iklim yang kian ekstrem.

Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O Usai Kasus Kematian Lula Lahfah

Sementara itu, Aisyah mengungkapkan bahwa warga masih berjuang mencari korban yang hilang dan berusaha pulih dari duka mendalam. Ia berharap diskusi publik soal bencana tidak berhenti pada saling menyalahkan, melainkan mendorong solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.***

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X