Lebih jauh, Aisyah menolak anggapan yang menyudutkan petani sebagai biang keladi bencana. Ia menilai para petani justru berada di posisi paling rentan, dengan keterbatasan lahan dan pilihan ekonomi yang sempit.
“Petani sering dijadikan kambing hitam, padahal mereka juga korban,” ungkapnya.
Aisyah mencontohkan, di Desa Pasirlangu, rata-rata kepemilikan lahan petani hanya sekitar 0,3 hektar, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak memiliki tanah. Kondisi tersebut membuat upaya bertahan hidup menjadi semakin berat di tengah tekanan lingkungan dan iklim yang kian ekstrem.
Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O Usai Kasus Kematian Lula Lahfah
Sementara itu, Aisyah mengungkapkan bahwa warga masih berjuang mencari korban yang hilang dan berusaha pulih dari duka mendalam. Ia berharap diskusi publik soal bencana tidak berhenti pada saling menyalahkan, melainkan mendorong solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Proyek Rusun Subsidi di Meikarta Dikebut, Pemerintah Targetkan Hunian Terjangkau untuk Warga Bekasi
MK Soroti Usia UU Keselamatan Kerja, Dorong Evaluasi agar Relevan dengan Tantangan Zaman
PBNU Sambut Langkah Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Ingatkan Jangan Abai Kepentingan Palestina
Barcelona Perpanjang Kontrak Fermin Lopez hingga 2031, Sinyal Kepercayaan untuk Bintang Muda La Masia
Apple Perketat Privasi Lokasi, Akses Data Presisi Pengguna iPhone Kini Lebih Terbatas
BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung
Misteri Bercak Darah di Kamar Almarhumah Lula Lahfah Terungkap, Begini Kata Forensik
Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Masih Diselidiki, Polisi Telusuri Jalur Pengiriman
Diperiksa Hampir Lima Jam di KPK, Yaqut Tegaskan Tak Ada Kuota Haji untuk Maktour
Rifqinizamy Dorong Ambang Batas Parlemen, Dinilai Kunci Partai Solid dan Demokrasi Berkualitas