INSIBERNEWS – Warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi sasaran perekrutan untuk bergabung sebagai tentara Rusia melalui modus tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. Mereka disebut awalnya ditawari posisi sebagai satuan pengamanan (satpam) hingga tenaga administrasi.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut berasal dari otoritas intelijen Indonesia. Menurutnya, para WNI ditarik melalui tawaran pekerjaan yang tampak legal sebelum akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.
Dasco menyampaikan informasi itu seusai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Master Limbad Sambangi Kediaman Supriyono Botok Usai Demo di Gedung DPR
Menurut Dasco, pihak yang melakukan perekrutan menggunakan negara ketiga sebagai bagian dari proses tersebut. Calon pekerja dijanjikan penghasilan besar agar tertarik mendaftarkan diri melalui lowongan yang ditawarkan.
“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara,” ujar Dasco.
Pemerintah Indonesia disebut telah melakukan langkah pencegahan setelah memperoleh informasi mengenai dugaan perekrutan WNI tersebut.
Baca Juga: Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Pamit dari Timnas Argentina dengan Tinggalkan 4 Trofi dan 115 Gol
Otoritas intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Pemerintah juga mengirimkan utusan ke sejumlah negara yang diduga memiliki keterkaitan dengan proses perekrutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah semakin banyak WNI yang menjadi korban modus perekrutan berkedok pekerjaan.
Dugaan perekrutan WNI untuk menjadi tentara Rusia sebelumnya juga diungkap Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU).
Baca Juga: Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan
SZRU menyebut Rusia terus mencari warga negara asing untuk ikut terlibat dalam perang melawan Ukraina. Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran perekrutan.
Dalam keterangannya, SZRU bahkan mengungkap adanya delapan WNI yang disebut telah direkrut Rusia untuk bertempur melawan Ukraina.
Artikel Terkait
Secara Konsisten Putar Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan
Awas Erupsi! Status Sinabung Naik Siaga, Pemkab Karo Bergegas Kosongkan Dua Desa Zona Merah
BBM Nonsubsidi Resmi Naik per 1 September 2026, Ini Daftar Lengkap Harganya!
Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Pamit dari Timnas Argentina dengan Tinggalkan 4 Trofi dan 115 Gol