INSIBERNEWS – Diketahui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Berhasil membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026.
Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas.
Hingga akhir Triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ini Hasil Keputusan Muktamar ke-35 NU
Kinerja tersebut juga tetap ditopang oleh karakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM, menegaskan konsistensi perseroan dalam menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti dalam pemaparan kinerja yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8/2026).
Hery menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan II 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 berada di kisaran 5,30%, sementara inflasi tercatat sebesar 3,34%.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Mesuji Tewaskan Dua Anak, Diduga Terjebak Saat Rumah Dilalap Api
Di sisi lain, aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan penguatan, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100 menunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan optimistis terhadap aktivitas usahanya.
“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.
Dari sisi industri, perbankan nasional juga tetap menunjukkan fundamental yang solid. Kredit industri perbankan hingga Triwulan II 2026 tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,2% yoy dan dana murah atau CASA meningkat 11,0% yoy.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan Loan at Risk (LaR) industri turun menjadi 8,5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3% dan Return on Asset (ROA) terjaga pada level 2,5%.
Baca Juga: Heboh Dugaan Pemukulan di Muktamar NU ke-35, Panitia Ungkap Fakta Sebenarnya
Transformasi Mulai Berdampak pada Kinerja
Dalam menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan pada dua agenda besar yang dijalankan secara simultan, yakni memperkuat funding franchise serta melakukan revamp terhadap bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun new core sebagai sumber pertumbuhan baru.
Artikel Terkait
Video Dugaan Jukir Ditembak di Palu Viral, Polisi Masih Selidiki Sosok Penembaknya
Nasaruddin Umar Buka Suara soal Kursi Ketum PBNU, Ternyata Pilih Tetap Jadi Menteri Agama
Master Limbad Sambangi Kediaman Supriyono Botok Usai Demo di Gedung DPR
Heboh Dugaan Pemukulan di Muktamar NU ke-35, Panitia Ungkap Fakta Sebenarnya
Kebakaran Hebat di Mesuji Tewaskan Dua Anak, Diduga Terjebak Saat Rumah Dilalap Api
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ini Hasil Keputusan Muktamar ke-35 NU