INSIBERNEWS - Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memaksa pemerintah daerah bergerak lebih agresif.
Status gunung berapi tersebut kini resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), memicu persiapan evakuasi darurat bagi warga yang bermukim di kawasan terlarang zona merah.
Rencana penyelamatan ini dimatangkan melalui rapat penanganan darurat bencana yang digelar jajaran Pemerintah Kabupaten Karo di Ruang Rapat Matang Sitepu, Kantor Bupati Karo.
Keputusan krusial yang diambil adalah segera merelokasi sementara penduduk dari kawasan rawan demi menghindari ancaman sapuan awan panas dan guguran material vulkanik.
Baca Juga: Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan
Pemkab Karo memfokuskan operasi evakuasi ini pada dua wilayah yang berisiko tinggi, yakni Desa Payung di Kecamatan Payung dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat.
Kedua desa ini dinilai berada dalam radius sangat berbahaya yang sewaktu-waktu bisa tersapu material letusan jika aktivitas Sinabung kian mengganas.
Guna mempercepat proses pemindahan massal, pemerintah setempat telah menyiagakan puluhan armada transportasi, termasuk bus dan truk pengangkut.
Eksekusi penyelamatan warga dari zona merah ini nantinya akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sinergi personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta instansi kebencanaan terkait.
Setibanya di lokasi aman, warga tidak perlu khawatir memikirkan kebutuhan dasar mereka karena pemerintah telah mendirikan kompleks posko pengungsian yang memadai.
Tenda-tenda darurat tersebut dirancang selengkap mungkin dengan dukungan fasilitas esensial, mulai dari posko kesehatan yang siaga memantau kondisi medis hingga dapur umum untuk menjamin asupan logistik harian.
"Keselamatan warga di zona merah adalah prioritas utama kami, sehingga seluruh armada transportasi serta posko pengungsian sudah kami siagakan sejak dini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk," ujar salah satu perwakilan Pemkab Karo usai memimpin rapat koordinasi penanganan bencana.
Mengingat aktivitas Gunung Sinabung yang masih sangat tinggi, pemerintah mengeluarkan peringatan keras bagi warga lokal maupun wisatawan untuk tidak mendekati radius bahaya.
Selain itu, masyarakat luas yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga didesak untuk disiplin mengenakan masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akibat paparan hujan abu vulkanik.***
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat di Mesuji Tewaskan Dua Anak, Diduga Terjebak Saat Rumah Dilalap Api
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ini Hasil Keputusan Muktamar ke-35 NU
Secara Konsisten Putar Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan