INSIBERNEWS - Warga Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digemparkan oleh peristiwa nahas runtuhnya sebuah bangunan bersejarah yang dikenal dengan nama Gedung Hogwan.
Tragedi memilukan yang viral di berbagai platform media sosial ini terjadi secara tiba-tiba dan seketika meratakan tiga unit rumah warga yang berada tepat di depannya.
Bangunan yang diperkirakan sudah berdiri selama lebih dari satu abad tersebut merupakan saksi bisu perkembangan wilayah Bumiayu, yang belakangan sering dimanfaatkan warga sebagai lapangan bulu tangkis.
Robohnya struktur tua ini harus dibayar mahal dengan hilangnya nyawa tiga orang penduduk setempat, yakni dua anak-anak dan satu orang lanjut usia (lansia) akibat tertimbun puing material.
Baca Juga: Secara Konsisten Putar Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Bencana ini terjadi pada Minggu (30/8/2026) pagi, tepat saat sebagian besar warga, termasuk korban, masih terlelap menikmati waktu istirahat di hari libur.
Proses evakuasi pun berjalan dramatis, di mana tim gabungan dari unsur TNI, Polri, serta warga setempat langsung bergotong royong menyisir area bangunan dan menemukan dua anak dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
"Dua korban awal merupakan anak-anak, langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," jelas Kapolsek Bumiayu, Edi Mardianto, dalam keterangan resminya pada Selasa (1/9/2026).
Pencarian di area reruntuhan terus dilanjutkan dengan ekstra hati-hati hingga petugas akhirnya berhasil menemukan korban ketiga.
Korban terakhir yang dievakuasi merupakan seorang lansia laki-laki bernama Kajat yang berusia 82 tahun, dan polisi memastikan seluruhnya adalah warga yang menetap di sekitar area gedung tersebut.
Setelah seluruh korban berhasil diangkat dan dievakuasi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menuju RSUD Bumiayu, petugas gabungan kini berfokus membersihkan sisa-sisa reruntuhan.
Pihak kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya gedung yang dulunya ikonik tersebut.
Baca Juga: Nasaruddin Umar Buka Suara soal Kursi Ketum PBNU, Ternyata Pilih Tetap Jadi Menteri Agama
"Dikhawatirkan masih terdapat material atau bagian bangunan yang rawan runtuh dan dapat membahayakan keselamatan," imbau Edi, memperingatkan warga untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari kecelakaan susulan.***
Artikel Terkait
Heboh Dugaan Pemukulan di Muktamar NU ke-35, Panitia Ungkap Fakta Sebenarnya
Kebakaran Hebat di Mesuji Tewaskan Dua Anak, Diduga Terjebak Saat Rumah Dilalap Api
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ini Hasil Keputusan Muktamar ke-35 NU
Secara Konsisten Putar Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026