Proyek Rusun Subsidi di Meikarta Dikebut, Pemerintah Targetkan Hunian Terjangkau untuk Warga Bekasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:41 WIB
Ilustrasi Rumah Susun (Foto : Nimbus9)
Ilustrasi Rumah Susun (Foto : Nimbus9)

INSIBERNEWS - Pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung melakukan land clearing sebagai penanda dimulainya proyek strategis tersebut.

Pembukaan lahan dilakukan di kawasan perumahan Meikarta, Cikarang, dengan melibatkan pengembang Lippo Cikarang. Area yang disiapkan untuk proyek ini mencapai sekitar 10 hektare dan akan menjadi lokasi pembangunan rusun bersubsidi berskala besar.

Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O Usai Kasus Kematian Lula Lahfah

Dalam proyek ini, pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 18 tower rusun yang seluruhnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rusun tersebut menjadi bagian dari program nasional tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menjawab persoalan backlog perumahan.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut pembangunan rusun di kawasan Meikarta dipilih karena lokasinya strategis dan telah memiliki infrastruktur pendukung yang memadai.

“Kami ingin masyarakat bisa tinggal di hunian yang layak, dekat dengan tempat kerja, dan memiliki akses transportasi serta fasilitas umum yang baik,” ujar Maruarar di sela kegiatan.

Baca Juga: Susah Senang Bersama, Beby Prisillia Setia Dampingi Onadio Leonardo hingga Bebas Rehabilitasi Narkoba

Rusun bersubsidi ini akan dibangun dengan tiga tipe unit berbeda. Tipe satu kamar memiliki luas 25 meter persegi, tipe dua kamar seluas 35 meter persegi, dan tipe tiga kamar dengan luas 45 meter persegi. Variasi ini disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan keluarga dengan jumlah anggota yang berbeda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kehadiran rusun bersubsidi di Kabupaten Bekasi sangat penting, mengingat kawasan ini merupakan salah satu pusat industri dengan kebutuhan hunian pekerja yang tinggi.

“Bekasi butuh solusi konkret soal perumahan. Rusun ini diharapkan bisa menjadi jawaban, terutama bagi buruh dan pekerja muda,” kata Dedi.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Proses Hukum Tudingan Ijazah Palsu Jalan Terus, Meski Pintu Maaf Terbuka

Pembangunan rusun bersubsidi dijadwalkan mulai pada 8 Maret mendatang. Pemerintah menargetkan seluruh proses konstruksi rampung pada 8 Agustus 2028, dengan pengawasan ketat agar proyek berjalan tepat waktu dan sesuai standar.

Secara keseluruhan, proyek ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 130 ribu unit hunian baru. Jumlah tersebut diharapkan mampu mengurangi kekurangan rumah di Jawa Barat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan penyangga ibu kota.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X