INSIBERNEWS - Merasa gampang lupa padahal usia masih tergolong muda sering kali dianggap sepele. Banyak orang mengira pikun hanya identik dengan usia lanjut, padahal faktanya penurunan daya ingat juga bisa dialami generasi muda akibat pola hidup yang kurang sehat.
Salah satu penyebab utama otak cepat “lemot” adalah kurang tidur. Tidur berperan penting dalam proses konsolidasi memori. Ketika waktu istirahat tidak cukup atau kualitas tidur buruk, otak kesulitan menyimpan dan mengolah informasi dengan optimal.
Baca Juga: Ini Dia Negara Pertama dan Terakhir yang Sambut Tahun Baru 2026, Penasaran?
Kebiasaan terlalu sering menatap layar gawai juga patut diwaspadai. Paparan ponsel, laptop, dan media sosial secara berlebihan membuat otak terus-menerus menerima informasi singkat dan cepat. Akibatnya, kemampuan fokus dan mengingat informasi jangka panjang bisa menurun.
Selain itu, konsumsi gula berlebihan turut berpengaruh pada fungsi otak. Asupan gula yang tinggi dapat memicu peradangan dan mengganggu kerja sel-sel saraf. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menurunkan daya ingat dan konsentrasi.
Stres yang tidak dikelola dengan baik juga menjadi faktor besar. Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, hingga tuntutan sosial membuat hormon kortisol meningkat. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa merusak area otak yang berperan dalam memori dan pembelajaran.
Baca Juga: Apple Ajukan Banding atas Putusan Antimonopoli Rp33,9 Triliun di Inggris
Kurangnya aktivitas fisik juga tak kalah berdampak. Olahraga membantu melancarkan aliran darah ke otak dan merangsang pertumbuhan sel saraf baru. Gaya hidup yang terlalu pasif dapat membuat fungsi kognitif menurun lebih cepat dari seharusnya.
Tak hanya itu, kebiasaan multitasking berlebihan justru bisa memperburuk daya ingat. Mengerjakan banyak hal sekaligus membuat otak sulit fokus, sehingga informasi yang diterima tidak tersimpan secara maksimal.
Untuk menjaga daya ingat tetap tajam, penting mulai membatasi kebiasaan-kebiasaan tersebut. Tidur cukup, kurangi waktu layar, kelola stres, aktif bergerak, dan perbaiki pola makan bisa membantu otak tetap sehat, meski usia masih muda.***
Artikel Terkait
Tekanan Regulator Berbuah Hasil, Apple Buka Akses Aplikasi di Luar App Store untuk iPhone
Susu Kental Manis Disorot dalam Bantuan Banjir Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko bagi Anak
Awas, Jangan Berlebihan! 5 Jenis Makanan dan Minuman Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar
Mau Bepergian Bawa Bekal? Ini Tips Simpel Agar Makanan Tetap Hangat Sepanjang Perjalanan
Bukan Cuma Obesitas, Berikut Bahaya Minuman Manis bagi Tulang yang Jarang Disadari!
Sering Bangun Tengah Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Kamu Alami Nokturia
Liburan Panjang Tak Selalu Menyenangkan, Perempuan Justru Lebih Rentan Stres, Ini Alasannya!
Mau Mulai Nabung di 2026? Ini Pilihan Investasi Terbaik yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Apple Ajukan Banding atas Putusan Antimonopoli Rp33,9 Triliun di Inggris
Ini Dia Negara Pertama dan Terakhir yang Sambut Tahun Baru 2026, Penasaran?