Gara-Gara Dana Desa, Belasan Kantor Pemkab Puncak Hangus Dibakar Massa yang Mengamuk

Photo Author
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Menyoroti kronologi kasus kebakaran massal yang terjadi di sejumlah kantor Pemkab Puncak, Papua Tengah. (Instagram.com/@kualimerahputih)
Menyoroti kronologi kasus kebakaran massal yang terjadi di sejumlah kantor Pemkab Puncak, Papua Tengah. (Instagram.com/@kualimerahputih)
INSIBERNEWS - Jagat media sosial dihebohkan oleh rekaman video mencekam yang menampilkan amuk massa di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Belasan fasilitas pemerintahan luluh lantak dilahap si jago merah akibat kemarahan sekelompok warga yang tak terbendung.
 
Pemicu utama dari aksi pembakaran berskala besar ini diyakini berakar dari rasa ketidakpuasan dan kekecewaan masyarakat terkait proses penyaluran dana desa tahap pertama.
 
Insiden ini sontak melumpuhkan layanan publik dan menyisakan kerugian materiil yang sangat besar bagi pemerintah daerah setempat.
 

Rentetan petaka ini bermula tak lama setelah Pemkab Puncak merealisasikan pembagian dana desa pada Selasa (11/8/2026). Merasa ada yang janggal, segerombolan warga menggeruduk Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) pada pukul 17.40 WIT.
 
Bupati Puncak, Elvis Tabuni, langsung bergegas ke lokasi untuk menemui warganya dan menggelar audiensi. Sayangnya, upaya dialog humanis dari kepala daerah tersebut menemui jalan buntu karena massa telanjur dikuasai emosi dan menolak ditenangkan.

Gagalnya negosiasi tersebut dengan cepat mengubah situasi menjadi tak terkendali dan berujung pada aksi anarkis. Tepat pada pukul 18.45 WIT, massa yang tersulut amarah nekat menyulut api di Kantor PMK, menjadikannya sebagai sasaran pembakaran pertama.
 
Dari titik tersebut, keberingasan warga seolah tak terbendung dan mulai merembet secara brutal. Mereka menyisir kawasan pusat pemerintahan, merusak, dan membakar fasilitas negara lainnya tanpa ampun.
 

Aparat kepolisian yang turun tangan langsung melakukan pendataan menyeluruh terkait skala kerusakan pascakerusuhan yang melumpuhkan wilayah tersebut.
 
Hasilnya sangat mengejutkan, di mana tercatat ada 11 gedung pemerintahan yang menjadi korban kobaran api, ditambah tiga kantor yang hancur dirusak secara brutal. Beberapa fasilitas vital bagi hajat hidup orang banyak dipastikan ludes tak bersisa dilalap si jago merah.

"Berdasarkan data kantor yang terbakar habis, di antaranya kantor Dinas Kesehatan, kantor gudang BNPB, dan kantor DPRK. Sementara kantor yang dirusak massa kantor Diskominfo, kantor Kesbangpol, dan kantor Inspektorat," urai Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F Ximenes, saat membeberkan kepedihan warganya akibat fasilitas yang rata dengan tanah.
 

Selain bangunan yang hancur total, terdapat delapan kantor lain yang mengalami kebakaran sebagian, termasuk ruang kerja Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda.
 
Gedung lainnya yang ikut hangus menyasar Kantor PMK, Dinas Sosial, Dinas Keuangan, BKPSDM, hingga instansi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Tak hanya bangunan gedung, satu unit mobil dinas operasional milik Dinas Ketahanan Pangan yang sedang terparkir di halaman juga tak luput dari amukan api.

"Situasi sudah kondusif. Kami ada tambahan Brimob 1 SST dari Yon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli," tegas Domingos memastikan kehadiran aparat untuk menjamin keamanan. Peristiwa tragis ini sejatinya menjadi pelajaran berharga bagi tata kelola pemerintahan daerah.
 
Ke depannya, keterbukaan komunikasi dan penyelesaian akar masalah secara kekeluargaan harus lebih diutamakan agar tragedi berdarah yang merugikan rakyat ini tak kembali terulang.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X