Susu Kental Manis Disorot dalam Bantuan Banjir Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko bagi Anak

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 28 Desember 2025 | 20:05 WIB
Ilustrasi Susu Kental Manis  (Foto : istimewa)
Ilustrasi Susu Kental Manis (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Penyaluran bantuan susu kental manis kepada anak-anak korban banjir di sejumlah wilayah Sumatra menuai sorotan dari berbagai pihak. Produk yang kerap dianggap sebagai pengganti susu ini dinilai kurang tepat diberikan secara rutin kepada anak, terutama dalam kondisi darurat pascabencana.

Perhatian publik muncul setelah beredar laporan dan dokumentasi distribusi bantuan yang menyertakan susu kental manis sebagai salah satu paket pangan untuk anak-anak. Meski mudah diperoleh dan memiliki rasa yang disukai, kandungan gizinya dipertanyakan untuk kebutuhan tumbuh kembang.

Baca Juga: TMII Pilih Nyalakan Lilin, Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Doa untuk Korban Banjir Sumatera

Sejumlah pakar gizi menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah susu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Produk ini mengandung gula yang sangat tinggi, sementara kandungan protein, kalsium, dan zat gizi mikro lainnya relatif rendah.

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, anak-anak berisiko mengalami ketidakseimbangan asupan gizi. Kondisi ini dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, hingga perkembangan kognitif, terutama pada usia emas pertumbuhan.

“Masalah utamanya adalah kandungan gula yang tinggi. Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, hingga gangguan metabolik pada anak,” ujar seorang ahli gizi masyarakat yang dimintai pendapat.

Baca Juga: Jelang 2026, Bulog Pastikan Harga Beras Terkendali dan Stok Aman di Pasaran

Dalam situasi bencana, anak-anak membutuhkan asupan nutrisi yang justru lebih optimal karena mereka rentan terhadap penyakit. Kekurangan protein dan zat gizi penting dapat memperlambat proses pemulihan kesehatan pascabanjir.

Pemerintah sendiri sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar susu kental manis tidak diposisikan sebagai pengganti susu bagi anak. Produk tersebut lebih tepat digunakan sebagai pelengkap makanan, bukan sumber utama nutrisi.

Sejumlah pemerhati kebencanaan mendorong agar bantuan pangan ke depan lebih selektif dan berbasis kebutuhan gizi. Alternatif yang dinilai lebih tepat antara lain susu UHT, susu bubuk khusus anak, atau makanan tinggi protein yang mudah disajikan.

Baca Juga: Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru

Di tengah semangat solidaritas membantu korban banjir Sumatra, para relawan dan donatur diingatkan bahwa niat baik perlu dibarengi dengan pemahaman gizi. Bantuan yang tepat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung kesehatan dan masa depan anak-anak.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X