Sering Bangun Tengah Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Kamu Alami Nokturia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 30 Desember 2025 | 15:20 WIB
Ilustrasi buang air kecil  (Istimewa )
Ilustrasi buang air kecil (Istimewa )

INSIBERNEWS - Kerap bangun di malam hari hanya untuk buang air kecil mungkin terdengar sepele, tetapi kondisi ini ternyata cukup umum, terutama seiring bertambahnya usia.

Fenomena ini dikenal dengan istilah nokturia. Menurut data, sekitar sepertiga orang dewasa di atas 30 tahun dan setengah dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas mengalami nokturia.

Nokturia bukan penyakit, melainkan gejala. Dr. Jeffrey Weiss, Ketua Departemen Urologi di SUNY Downstate Health Sciences University, menjelaskan bahwa kondisi ini baru dianggap masalah medis jika terjadi lebih dari dua kali semalam atau mengganggu kemampuan seseorang untuk kembali tidur.

Baca Juga: Akhir Misteri Abu Ubaidah, Hamas Ungkap Identitas Jubir Militernya yang Tewas Diserang Israel

Penyebab Nokturia
Secara umum, nokturia muncul karena dua faktor utama:
1. Produksi urine yang berlebihan pada malam hari
2. Penurunan kapasitas kandung kemih

Seiring bertambahnya usia, hormon tubuh berubah, otot dasar panggul melemah, dan fungsi ginjal menurun, membuat lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap nokturia.

Beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Sleep apnea
  • Kehamilan
  • Pembengkakan kaki

Pada ibu hamil, rahim yang menekan kandung kemih dan pergeseran cairan tubuh saat berbaring bisa membuat frekuensi buang air kecil meningkat.

Baca Juga: Bangga dan Haru, Mulan Jameela Umumkan Putri Sulungnya Tiarani Savitri Bakal S2 di New York University

Dampak Nokturia
Jika dibiarkan, nokturia dapat mengganggu kualitas tidur dan memperburuk insomnia.

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sering bangun di malam hari meningkatkan risiko jatuh hingga 20% dan patah tulang hingga 32%.

Cara Mencegah Nokturia
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko nokturia:

  1. Batasi minuman stimulan di malam hari
    Hindari teh, kopi, dan alkohol karena meningkatkan produksi urine dan mengganggu tidur.
  2. Kontrol asupan cairan sebelum tidur
    Usahakan tidak minum terlalu banyak 2-4 jam sebelum tidur.
  3. Perhatikan makanan tinggi air
    Sayuran dan buah seperti asparagus, seledri, semangka, dan anggur bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.
  4. Kurangi konsumsi garam
    Mengurangi garam dapat mencegah penumpukan cairan yang memicu nokturia.
  5. Perbaiki posisi tidur
    Angkat kaki sedikit lebih tinggi dari tubuh untuk mengurangi pembengkakan dan mempermudah aliran cairan.

Dengan langkah-langkah ini, frekuensi bangun malam untuk buang air kecil dapat dikurangi, sehingga tidur lebih nyenyak dan kualitas hidup meningkat.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X