Ini Dia Negara Pertama dan Terakhir yang Sambut Tahun Baru 2026, Penasaran?

Photo Author
- Rabu, 31 Desember 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi tahun baru (Foto : UNIKOM Sastra Jepang)
Ilustrasi tahun baru (Foto : UNIKOM Sastra Jepang)

INSIBERNEWS - Pergantian tahun selalu menjadi momen yang dinantikan di seluruh dunia. Namun, menariknya, tidak semua negara menyambut Tahun Baru 2026 pada waktu yang sama. Perbedaan zona waktu membuat perayaan tahun baru berlangsung bergiliran dari satu negara ke negara lain.

Negara pertama di dunia yang menyambut Tahun Baru 2026 adalah Kiribati, tepatnya di Kepulauan Line, Pasifik Tengah. Wilayah ini berada di zona waktu UTC+14, yang menjadikannya kawasan paling awal memasuki tahun baru dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Prabowo Pilih Sambut Tahun Baru di Aceh, Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor

Setiap kali pergantian tahun, Kiribati kerap menjadi sorotan karena menyambut tahun baru saat sebagian besar dunia masih berada di hari sebelumnya. Momen ini sering dimanfaatkan sebagai simbol awal harapan baru bagi dunia.

Selain Kiribati, beberapa wilayah lain seperti Samoa dan Tonga juga termasuk negara yang merayakan Tahun Baru lebih awal. Negara-negara ini biasanya menggelar perayaan meriah dengan tradisi budaya khas Pasifik.

Sementara itu, negara terakhir yang menyambut Tahun Baru 2026 berada di sisi berlawanan bumi. Wilayah yang paling akhir memasuki tahun baru adalah American Samoa dan Pulau Baker serta Pulau Howland yang berada di zona waktu UTC-12.

Baca Juga: Rumah Aktor Senior Diding Boneng Roboh di Matraman, Anak Hampir Tertimpa Bangunan

Pulau Baker dan Howland bahkan tidak memiliki penduduk tetap, namun secara teknis menjadi tempat terakhir di dunia yang menutup kalender tahun 2025. Selisih waktu antara Kiribati dan Pulau Baker mencapai 26 jam.

Fenomena ini menunjukkan betapa luasnya bentangan waktu di bumi. Saat warga Kiribati sudah menikmati hari pertama tahun 2026, sebagian dunia masih bersiap menyambut pergantian tahun.

Perbedaan waktu tersebut menjadi pengingat bahwa meski dirayakan serentak secara global, Tahun Baru tetap memiliki cerita unik di setiap belahan dunia. Dari Pasifik hingga Samudra Atlantik, harapan dan doa menyertai datangnya 2026.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X