INSIBERNEWS - Tragedi berdarah mewarnai ajang adu kecepatan drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara, setelah sebuah mobil modifikasi kehilangan kendali dan menyeruduk kerumunan warga.
Nama pembalap Tian Ngantung sontak menjadi sorotan tajam publik lantaran berada di balik kemudi mobil nahas bermerek Honda Jazz yang sukses merenggut nyawa delapan orang dan melukai sembilan lainnya.
Insiden memilukan ini seketika mengubah atmosfer kompetisi yang semula penuh sorak-sorai kegembiraan menjadi jeritan histeris dari para korban dan panitia di sekitar sirkuit.
Baca Juga: Dalih Kereta Masih Jauh, Pemotor Arogan Patahkan Palang Pintu KA di Sleman Berujung Ditangkap Polisi
Berdasarkan rekaman amatir warga yang beredar luas di jagat maya, petaka itu bermula ketika kendaraan yang dipacu Tian melesat kencang melintasi garis finis perlombaan.
Sayangnya, saat memasuki area pengereman yang diperkirakan memiliki panjang lintasan sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami ban selip yang cukup parah.
Kendaraan roda empat yang melaju dengan kecepatan tinggi itu akhirnya terlempar ke luar dari jalur aspal yang dibatasi, lalu menghantam belasan penonton yang tengah berdiri rapat di sisi arena.
Baca Juga: Modifikasi Cuaca Terhambat Alam, Kemenhut Gempur Kebakaran Bromo Lewat Serangan Udara dan Darat
Menyikapi insiden mematikan yang menelan total 17 korban ini, aparat kepolisian dari Polres Kotamobagu langsung bergerak taktis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penyelidikan secara komprehensif tengah digelar untuk mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan, mulai dari evaluasi kelaikan sirkuit, sistem pengamanan penonton, hingga standar operasional panitia penyelenggara.
Kepolisian menegaskan tidak akan segan menindak pihak-pihak yang terbukti lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat sipil.
Terkait status hukum sang pengemudi, pihak berwajib memastikan bahwa Tian Ngantung akan dijemput untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.
Baca Juga: Penipuan CPNS Bermodus Seleksi Susulan Rugikan Korban hingga Rp20 Miliar
Namun, agenda interogasi tersebut terpaksa ditangguhkan lantaran sang pembalap turut berstatus sebagai korban luka parah akibat benturan keras di dalam kabin kemudi.
Artikel Terkait
81 Tahun Berlalu, Warga Nagasaki Kembali Ingatkan Ngerinya Dampak Senjata Nuklir bagi Kemanusiaan
Gebrakan Baru Prabowo! Perintahkan Petinggi BUMN Pangkas 'Anak Cucu' Perusahaan Demi Efisiensi
Modifikasi Cuaca Terhambat Alam, Kemenhut Gempur Kebakaran Bromo Lewat Serangan Udara dan Darat
Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Masuk 5 Grup LGBT hingga Ingin Kuasai Motor Korban
Dalih Kereta Masih Jauh, Pemotor Arogan Patahkan Palang Pintu KA di Sleman Berujung Ditangkap Polisi