Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Masuk 5 Grup LGBT hingga Ingin Kuasai Motor Korban

Photo Author
- Senin, 10 Agustus 2026 | 08:47 WIB
Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Mayat dalam karung di Depok (Istimewa)
Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Mayat dalam karung di Depok (Istimewa)
INSIBERNEWS - Tabir misteri penemuan potongan tubuh manusia di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, pada 4 Agustus 2026 lalu akhirnya terkuak benderang.
 
Korban diketahui bernama Kunaefi (51), yang tewas secara tragis di tangan seorang pemuda bernama Saepullah alias Saepul (26).
 
Pelaku pembunuhan sadis tersebut berhasil diringkus oleh aparat kepolisian hanya dalam waktu satu hari saat mencoba bersembunyi di wilayah Pandeglang, Banten, dan kini harus bersiap menghadapi ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Di balik tindakan kejam yang menghebohkan warga tersebut, motif ekonomi rupanya menjadi salah satu pemicu utama. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Saepul sedari awal sudah memiliki niat jahat untuk merampas harta benda milik korban, terutama sepeda motor Honda PCX berwarna hitam.
 
Hasrat untuk menguasai kendaraan itu muncul setelah pelaku melihat foto korban bersama motor kesayangannya, yang kemudian mendorong Saepul merencanakan aksi keji di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Kota Depok.
 

"Untuk motif sendiri yang kami dalami dalam proses penyidikan, bahwasanya setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto dari korban itu menggunakan kendaraan roda dua PCX warna hitam.
 
Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut,” urai Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, memberikan keterangan secara rinci.

Niat merampas harta itu semakin memuncak ketika korban dan pelaku bertemu langsung pada 23 Juli 2026. Menurut penelusuran penyidik, Saepul yang diduga memiliki orientasi penyuka sesama jenis sempat merayu dan mengajak korban untuk berhubungan asmara.
 
Namun, ajakan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Kunaefi yang merasa risi hingga berujung pada tamparan ke wajah pelaku, sehingga memicu percekcokan hebat yang diakhiri dengan tusukan mematikan menggunakan pisau dapur.
 

Fakta mengenai orientasi seksual pelaku ini bukan tanpa dasar, melainkan didukung oleh temuan jejak digital di ponsel genggamnya. Polisi menemukan bahwa Saepul cukup aktif dan tergabung dalam sedikitnya lima grup media sosial komunitas penyuka sesama jenis, baik di platform Facebook maupun WhatsApp.
 
Hal ini menjadi salah satu landasan kuat bagi penyidik dalam merangkai motif menyimpang yang berujung pada aksi penghilangan nyawa secara paksa tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual barang milik korban melalui Marketplace Facebook, kemudian sepeda motor Honda PCX dijual seharga Rp 9,9 juta, sedangkan handphone OPPO Reno 5 dijual seharga Rp 950 ribu. Total hasil penjualan sebesar Rp 10.850.000,” ungkap Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, membeberkan pelarian aset korban usai jasadnya dipotong dan dibuang ke dua lokasi terpisah.

Hal lain yang tak kalah mengejutkan dari kasus ini adalah rekam jejak pekerjaan pelaku di masa lalu yang ternyata sangat beragam.
 
 
Sebelum melakukan kejahatan ini, Saepul pernah berprofesi sebagai seorang guru matematika di sebuah sekolah menengah pertama dan bahkan pernah unjuk gigi dalam ajang pencarian bakat musik dangdut di televisi nasional.
 
Selain itu, pengalamannya yang pernah bekerja sebagai koki di bagian pemotongan daging disinyalir kuat telah memudahkannya dalam melakukan aksi mutilasi secara rapi untuk menghilangkan jejak.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X