INSIBERNEWS - Roblox, salah satu platform gim daring terbesar di dunia, akan menerapkan aturan baru yang mewajibkan seluruh pemain melakukan verifikasi usia jika ingin menggunakan fitur chat.
Kebijakan ini mulai diberlakukan secara global pada Januari 2026, sebagai langkah lanjutan setelah perusahaan tersebut menghadapi tekanan hukum dan kritik publik terkait keamanan pengguna anak di platform mereka.
Baca Juga: Penyadapan hingga Pemblokiran, Deret Kontroversi KUHAP Baru yang Disorot Publik usai Disahkan DPR
Dilaporkan oleh TechCrunch, selama ini verifikasi usia di Roblox bersifat opsional dan hanya diperlukan untuk mengakses chat tertentu. Artinya, pemain dapat tetap menikmati sebagian besar fitur tanpa harus mengunggah identitas diri.
Namun, pola itu akan berubah drastis setelah berbagai gugatan hukum dan investigasi regulator menyoroti lemahnya pengawasan terhadap interaksi pengguna, khususnya anak-anak dan remaja.
Roblox Corporation menyatakan bahwa aturan baru ini bertujuan meningkatkan keamanan dan memastikan lingkungan bermain yang lebih sehat.
Baca Juga: KAI Commuter Respons Usulan KRL 24 Jam, Tegaskan Waktu Malam Penting untuk Perawatan Armada
Perusahaan menegaskan pentingnya identifikasi usia yang lebih akurat, mengingat banyak kasus penyalahgunaan fitur chat yang melibatkan upaya penipuan, manipulasi, hingga komunikasi tidak pantas yang menyasar pengguna di bawah umur.
Sebelum berlaku global pada Januari, Roblox akan mulai menguji pemberlakuan wajib verifikasi usia di beberapa negara terlebih dahulu, yakni Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Uji coba pada awal Desember ini menjadi langkah awal untuk menyesuaikan sistem, sekaligus mengukur kesiapan pengguna.
“Kami ingin memastikan prosesnya mudah, aman, dan transparan bagi semua pemain,” ujar perwakilan Roblox dalam keterangannya.
Perusahaan juga memastikan bahwa proses verifikasi usia dilakukan melalui metode standar yang digunakan di berbagai platform digital, seperti pengecekan identitas resmi hingga pemindaian wajah untuk mencocokkan usia. Roblox mengklaim data pengguna akan dilindungi dan tidak digunakan untuk tujuan komersial.
Di tengah perubahan ini, sebagian pengguna menyambut baik kebijakan baru tersebut karena dianggap dapat menekan risiko interaksi berbahaya.
Namun, ada pula kelompok pemain yang mengkhawatirkan soal privasi data dan kemungkinan akses gaming yang menjadi lebih terbatas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki dokumen identitas.
Artikel Terkait
BTN Resmi Tunjuk Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Intip Ini Rekam Jejaknya
Prabowo Dorong BGN Bangun Peternakan Sapi, Target Pasok 3 Juta Liter Susu per Hari
Prabowo Siapkan Beasiswa Penuh untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan, Pemerintah Gaspol Benahi Layanan Medis
Prabowo Gelar Ratas Soal Pangan, Mentan Klaim Swasembada Beras Bisa Tercapai Akhir Tahun
Pemerintah Resmi Berlakukan Diskon Transportasi Nataru, Mobilitas Masyarakat Dibikin Makin Ringan
KPK Tegaskan Kasus Google Cloud Masuk Penyidikan, Nama Nadiem Makarim Disebut Bakal jadi Tersangka
Kontroversi KUHAP Baru Memanas, Ferry Irwandi Nilai Klarifikasi DPR Terburu-buru dan Sarankan Judicial Review ke MK
KAI Commuter Respons Usulan KRL 24 Jam, Tegaskan Waktu Malam Penting untuk Perawatan Armada
Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis, Pasar Tetap Waspada Menjelang Rangkaian Rilis Ekonomi Global
Penyadapan hingga Pemblokiran, Deret Kontroversi KUHAP Baru yang Disorot Publik usai Disahkan DPR