Tragis! Candaan Berujung Maut, Mahasiswa di NTT Tewas Kena Tembakan Senapan Angin

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 28 Mei 2026 | 18:37 WIB
Candaan Berujung Maut, Mahasiswa di NTT Tewas Kena Tembakan Senapan Angin (Ilustrasi/istimewa)
Candaan Berujung Maut, Mahasiswa di NTT Tewas Kena Tembakan Senapan Angin (Ilustrasi/istimewa)

INSIBERNEWS - Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang mahasiswa bernama Mario Marselina Kura (24), warga Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin yang diduga disalahgunakan oleh rekannya sendiri.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu sore, 27 Mei 2026. Pelaku diketahui bernama Alexander Bili Kandu (20), yang juga merupakan tetangga sekaligus teman korban.

Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu, membenarkan kejadian yang berujung maut tersebut. Menurutnya, kasus itu masuk dalam tindak pidana penyalahgunaan senapan angin yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Baca Juga: Ramai Iklan Pulau Katang Dijual Rp65 Miliar, Pemprov Kepri Buka Suara soal Status Hukumnya

“Benar, ada kejadian tindak pidana penyalahgunaan senapan angin yang menyebabkan satu orang meninggal dunia,” ujar Harianto, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika Alexander datang ke rumah korban untuk membeli rokok di kios milik keluarga Mario. Saat itu, transaksi dilakukan dengan adik korban.

Setelah selesai membeli rokok dan keluar dari kios, Alexander bertemu dengan Mario yang sedang duduk santai di samping bangunan tersebut. Keduanya kemudian berbincang.

Baca Juga: Berkemah Berakhir Tragis, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Wisata Posong Temanggung

Dalam suasana bercanda, korban disebut sempat meminta pelaku mencoba menembakkan senapan angin yang dibawanya ke arah dada. Namun situasi berubah menjadi petaka ketika pelaku benar-benar mengokang senapan dan melepaskan satu tembakan.

Peluru mengenai dada kanan korban hingga membuat Mario tersungkur. Keluarga yang panik segera berupaya memberikan pertolongan.

Ayah korban langsung membawa Mario ke Rumah Sakit Karitas Waitabula untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa mahasiswa tersebut tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Baca Juga: Istana dan Gerindra Kompak Buka Suara soal Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengidentifikasi senapan yang digunakan pelaku sebagai senapan angin jenis uklik atau pompa bermerek Mauser dengan kaliber 4,5 mm atau 0,177 inci.

Senapan tersebut diketahui memiliki daya tembak cukup tinggi, yakni sekitar 600 hingga 1000 kaki per detik (fps), dengan jarak akurasi efektif mencapai 30 hingga 50 meter.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X