INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tengah menaruh perhatian besar pada krisis kekurangan tenaga kesehatan yang masih terjadi di berbagai daerah.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Prabowo menjelaskan bahwa penguatan sektor kesehatan tidak bisa ditunda lagi, terutama menyangkut ketersediaan dokter, perawat, dan paramedis yang selama ini belum merata di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Dorong BGN Bangun Peternakan Sapi, Target Pasok 3 Juta Liter Susu per Hari
Menurut Prabowo, salah satu langkah cepat yang akan ditempuh pemerintah adalah memberikan beasiswa penuh bagi para calon tenaga medis. Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya tenaga kesehatan baru yang kompeten tanpa terbebani biaya pendidikan yang mahal.
“Khusus untuk dokter, saya upayakan bahwa sebagian besar, kalau bisa semuanya, Insyaallah bisa, itu beasiswa penuh,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa kebijakan beasiswa ini juga berlaku untuk pendidikan perawat dan tenaga paramedis. Pemerintah, kata Prabowo, ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada anak bangsa untuk terjun ke dunia kesehatan tanpa hambatan ekonomi.
Baca Juga: BTN Resmi Tunjuk Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Intip Ini Rekam Jejaknya
“Kita akan tambah beasiswa penuh untuk kedokteran, perawat, dan tenaga paramedis. Negara harus hadir untuk memastikan layanan kesehatan kita kuat,” lanjutnya.
Selain beasiswa, Prabowo juga menyinggung rencana besar pemerintah dalam membenahi infrastruktur kesehatan nasional, dari pembangunan rumah sakit baru hingga peningkatan fasilitas layanan primer di daerah-daerah yang selama ini minim akses.
Ia menilai bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak bisa dipisahkan dari jumlah tenaga medis yang memadai.
Baca Juga: Di Tengah Proses Hukum, Ammar Zoni Akui Rindu Anak-Anaknya dan Takut Disangka Sudah Tiada
Prabowo menyebut bahwa Indonesia butuh lompatan besar agar pelayanan kesehatan tidak hanya tersedia, tetapi juga bisa dijangkau oleh masyarakat di pelosok.
Karena itu, ia mendorong seluruh kementerian terkait bergerak serempak menyiapkan peta jalan penguatan sumber daya manusia kesehatan.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dalam beberapa tahun ke depan, distribusi tenaga medis menjadi lebih merata, kualitas layanan meningkat, dan masyarakat tidak lagi menghadapi kesenjangan akses kesehatan antarwilayah.***
Artikel Terkait
Defisit APBN Tetap Terkendali, Penerimaan Negara Melaju Stabil Hingga Akhir Oktober
Bulog Genjot Pembangunan 100 Gudang Baru, Kapasitas Penyimpanan Beras Bisa Tembus Satu Juta Ton
55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Terpukul Bola Rekannya dan Meninggal Dunia, Dirut BJB Diduga Sempat Alami Kecelakaan di Lapangan Golf Jatinangor
Pengadilan AS Putuskan Meta Tak Lakukan Monopoli, Instagram dan WhatsApp Tetap di Bawah Naungannya
Eks Dirut ASDP Bantah Tuduhan Korupsi, Klaim Akuisisi Jembatan Nusantara Justru Untungkan Negara
Di Tengah Proses Hukum, Ammar Zoni Akui Rindu Anak-Anaknya dan Takut Disangka Sudah Tiada
Diisi Para Petinggi, Pengamat Sri Radjasa Sebut Reformasi Polri Dibentuk Seperti Setengah Hati
BTN Resmi Tunjuk Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Intip Ini Rekam Jejaknya
Prabowo Dorong BGN Bangun Peternakan Sapi, Target Pasok 3 Juta Liter Susu per Hari