INSIBERNEWS - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Jumat pagi dengan sentuhan positif. Mata uang Garuda tercatat menguat tipis sebesar 5 poin atau sekitar 0,03 persen menjadi Rp16.731 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah sebelumnya ditutup di level Rp16.736 per dolar AS.
Meski penguatannya relatif kecil, pergerakan ini menandakan respons hati-hati pelaku pasar di tengah dinamika global yang terus bergerak cepat.
Baca Juga: KAI Commuter Respons Usulan KRL 24 Jam, Tegaskan Waktu Malam Penting untuk Perawatan Armada
Sejumlah analis menilai penguatan tipis rupiah terjadi seiring meredanya tekanan dolar AS setelah pernyataan pejabat Federal Reserve yang memberi sinyal kemungkinan stabilisasi suku bunga.
Di saat yang sama, sentimen dalam negeri turut membantu, terutama dari ekspektasi pasar terhadap data inflasi serta perkembangan kebijakan fiskal jelang akhir tahun. Pelaku pasar disebut masih menimbang apakah ruang apresiasi rupiah bisa berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Menurut pengamat pasar keuangan, pergerakan rupiah hari ini cenderung dibayangi sikap “wait and see” investor. Mereka mencermati sejumlah rilis data penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan AS dan perkembangan geopolitik global yang kerap memicu volatilitas.
“Penguatan ini lebih mencerminkan napas pendek pasar, belum sinyal tren baru,” ujar salah satu analis yang memantau pergerakan valas di Jakarta.
Di sisi lain, Bank Indonesia disebut terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Upaya intervensi terukur, bauran kebijakan moneter, hingga penguatan operasi pasar uang menjadi langkah yang membuat volatilitas rupiah tetap terjaga meski tekanan dari eksternal cukup kuat sepanjang bulan ini.
Ke depan, pelaku pasar memantau apakah rupiah mampu mempertahankan momentum positifnya atau kembali tertekan oleh penguatan dolar AS bila bank sentral Amerika memberi sinyal kebijakan yang lebih ketat.
Untuk saat ini, penguatan tipis di pembukaan perdagangan menjadi sedikit angin segar bagi pasar domestik yang beberapa pekan terakhir bergerak dalam tekanan.***
Artikel Terkait
Di Tengah Proses Hukum, Ammar Zoni Akui Rindu Anak-Anaknya dan Takut Disangka Sudah Tiada
Diisi Para Petinggi, Pengamat Sri Radjasa Sebut Reformasi Polri Dibentuk Seperti Setengah Hati
BTN Resmi Tunjuk Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Intip Ini Rekam Jejaknya
Prabowo Dorong BGN Bangun Peternakan Sapi, Target Pasok 3 Juta Liter Susu per Hari
Prabowo Siapkan Beasiswa Penuh untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan, Pemerintah Gaspol Benahi Layanan Medis
Prabowo Gelar Ratas Soal Pangan, Mentan Klaim Swasembada Beras Bisa Tercapai Akhir Tahun
Pemerintah Resmi Berlakukan Diskon Transportasi Nataru, Mobilitas Masyarakat Dibikin Makin Ringan
KPK Tegaskan Kasus Google Cloud Masuk Penyidikan, Nama Nadiem Makarim Disebut Bakal jadi Tersangka
Kontroversi KUHAP Baru Memanas, Ferry Irwandi Nilai Klarifikasi DPR Terburu-buru dan Sarankan Judicial Review ke MK
KAI Commuter Respons Usulan KRL 24 Jam, Tegaskan Waktu Malam Penting untuk Perawatan Armada