INSIBERNEWS – Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam struktur penduduknya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa saat ini sekitar 12 persen atau sekitar 30 juta penduduk Indonesia sudah berusia lanjut alias lansia.
Angka ini terus naik dari tahun ke tahun, sementara jumlah anak balita justru menurun. Artinya, kita sedang memasuki era di mana lansia menjadi bagian penting dari populasi nasional.
Tapi, ada fakta yang cukup memprihatinkan: meskipun umur harapan hidup meningkat, angka harapan hidup sehat lansia justru menurun. Ini jadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Baca Juga: Pernikahan Usia Anak Masih Tinggi, Ini Risiko yang Mengintai Masa Depan Mereka
Salah satu hal yang membuat kondisi lansia makin kompleks adalah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah mental seperti depresi atau demensia.
Belum lagi risiko malnutrisi yang bisa melemahkan fisik dan daya tahan tubuh mereka. Prof. Siti Setiati, pakar gerontologi, menegaskan bahwa menjaga kesehatan lansia tidak hanya soal fisik tapi juga mental dan sosial.
Aktivitas fisik sehari-hari sangat penting untuk menjaga otot dan kesehatan otak mereka agar tetap optimal.
Baca Juga: Tren Mengkhawatirkan: Anak SD di Korea Selatan Alami Depresi Sejak Dini
Nah, di sini peran keluarga jadi sangat vital. Dukungan psikososial dari keluarga tak kalah penting dibandingkan pengobatan medis.
Lansia yang merasa disayangi dan diperhatikan cenderung punya kualitas hidup lebih baik. Pemerintah memang sudah berupaya lewat berbagai program seperti Posbindu lansia dan penyuluhan kesehatan mental.
Namun, yang paling dekat dan paling paham kebutuhan lansia adalah keluarganya sendiri.
Keluarga bisa jadi caregiver, pengasuh, sekaligus penyemangat bagi para lansia agar tetap aktif dan bermakna dalam menjalani hari-hari.
Edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan, terutama supaya keluarga lebih peduli dan mampu membantu lansia yang mungkin kesulitan mengakses teknologi atau informasi.
Artikel Terkait
Tenang Selama Liburan, BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja
Tak Boleh Keluar Tenda saat di Armuzna, Berikut 9 Imbauan PPIH untuk Jemaah Calon Haji Indonesia
Pemerintah Salurkan Bansos PKH dan Sembako Senilai Rp 10 Triliun untuk 16,5 Juta Keluarga Penerima Manfaat dengan Data Terbaru DTSEN
Imbauan Penting Arab Saudi untuk Jemaah Haji 2025 Saat Puncak Ibadah di Armuzna
Visa Haji 2025 Resmi Ditutup, Kemenag Pastikan 100 persen Kuota Terserap Meski 1.450 Jemaah Batal Berangkat
Pemerintah Pertimbangkan Usulan Stairlift Candi Borobudur yang Diminta untuk Dipasang Permanen
Nasib Mahasiswa Indonesia di Harvard Terancam, Pemerintah Harap Tenang di Tengah Ancaman Kebijakan Trump
Tren Mengkhawatirkan: Anak SD di Korea Selatan Alami Depresi Sejak Dini
Perbaiki Proses Rekrutmen Agar Lebih Adil, Menaker Yassierli Terbitkan SE Larangan Diskriminasi Syarat Loker
Pernikahan Usia Anak Masih Tinggi, Ini Risiko yang Mengintai Masa Depan Mereka