Ramai Soal Kimia Berbahaya Anggur Shine Muscat, Seorang Warganet Curhat Batuk dan Demam Usai Konsumsi Anggur Tersebut

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 1 November 2024 | 08:15 WIB
Potret produk anggur shine muscat di sebuah mini market.  (X.com/@raynahasan)
Potret produk anggur shine muscat di sebuah mini market. (X.com/@raynahasan)

INSIBERNEWS - Sedang hangat dibincangkan penemuan residu berbahaya di buah anggur yang tengah naik daun ini, yakni anggur shine muscat.

Ramai di media sosial sebuah curhatan dari warganet asal Malaysia, tentang pengalaman keluarganya yang menjadi sakit batuk dan demam usai mengkonsumsi anggur tersebut.

Dijelaskan wanita bahwa dirinya telah mencuci anggur muscat sebelum dikonsumsi. Namun, keluarganya tetap mengalami sakit batuk dan demam.

Baca Juga: Mengerikan! Begal Bermotor Rampas Motor Dua Wanita di Dekat RS Jiwa Jambi

"Adalah ini punca batuk dan deman bila makan anggur ini? Kita sudah selalu beli. Selalu perasan satu family (keluarga) jadi batuk-batuk lepas makan walau sudah cuci bersih," ujar seorang warganet dengan akun X @sarinizainal, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Cuitan warganet terkait anggur shine muscat. (X.com/@sarinizainal)

Curhatan dari warganet ini pun viral dan menarik perhatian lebih dari satu juta pengguna, dan dibagikan ulang oleh 4,1 ribu pengguna di laman media sosial X.

Kementerian Kesehatan Malaysia kini memantau ketat makanan impor anggur muscat yang dinilai mengandung residu bahan kimia berbahaya.

Langkah ini muncul usai Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengumumkan anggur muscat mengandung puluhan residu kimia berbahaya.

Baca Juga: Waspada! Harga Anggur Muscat Anjlok, Ternyata Mengandung Zat Bebahaya?

Seperti diketahui, Thailand melarang peredaran anggur shine muscat, sebab buah itu diklaim mengandung banyak bahan kimia berbahaya, salah satunya klorpirifos.

Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-Pan) dan Yayasan Konsumen mengumumkan temuannya pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Organisasi perlindungan konsumen Thailand itu melakukan uji laboratorium terhadap 24 sampel buah anggur yang populer di Thailand mulai dari ritel, pedagang, dan pasar basah.

Baca Juga: Buruh Ramai-Ramai Turun ke Jalan! Kawal Putusan MK Soal UU Cipta Kerja: Buruh Beraksi di Patung Kuda

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Media Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X