Bentrok Warga di Adonara Flores Timur Tewaskan 3 Orang, 20 Rumah Hangus Terbakar Akibat Sengketa Tanah Adat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 19 Juli 2026 | 14:54 WIB
Bentrok Warga di Adonara Flores Timur Tewaskan 3 Orang, 20 Rumah Hangus Terbakar Akibat Sengketa Tanah Adat (Istimewa)
Bentrok Warga di Adonara Flores Timur Tewaskan 3 Orang, 20 Rumah Hangus Terbakar Akibat Sengketa Tanah Adat (Istimewa)

INSIBERNEWS – Bentrokan berdarah kembali pecah antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Peristiwa yang dipicu konflik berkepanjangan terkait sengketa tanah adat itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan rumah ludes terbakar.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026. Selain menelan korban jiwa, bentrokan juga mengakibatkan sedikitnya lima warga mengalami luka ringan, sementara 20 unit rumah dilaporkan hangus dilalap api.

Baca Juga: Ni Luh Djelantik Kecam Video Viral Penjahit di Bali yang Diduga Hina dan Ancam Pelanggan

Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, membenarkan adanya korban jiwa dan kerusakan akibat bentrokan tersebut.

"Tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar," ujar Eliezer pada Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, aparat kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan dalam bentrokan tersebut. Tidak menutup kemungkinan data tersebut akan bertambah seiring proses identifikasi di lapangan.

Baca Juga: Misteri Pemilik Emas 74 Kg Belum Terpecahkan, Kejagung Masih Dalami Aset Sitaan Kasus Febrie Adriansyah

Hingga kini, personel gabungan dari Polri dan TNI masih disiagakan di sejumlah titik perbatasan antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Langkah itu dilakukan untuk mencegah bentrokan susulan sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Selain melakukan pengamanan, aparat juga fokus pada upaya kemanusiaan, seperti mengevakuasi korban, membantu warga terdampak, serta menjalin komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak guna meredam ketegangan.

Polres Flores Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik kepada aparat keamanan.

Baca Juga: Promedia Group Gelar Webinar Bedah Platform untuk Tips dan Trik Konten Raih Engagement Tinggi

Pihak kepolisian berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan mengedepankan semangat persaudaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Kabupaten Flores Timur. ***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X