INSIBERNEWS - Kegiatan webinar gratis sukses digelar Promedia Group untuk mengulik tentang media sosial dan engagement konten sesuai platfrom masing-masing.
Webinar yang diikuti oleh jurnalis mitra Promedia Group dan umum ini mengusung tema ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’.
Dilangsungkan pada Kamis, 16 Juli 2026, dalam webinar ini General Manager Media Network, Agil Hari Santoso memaparkan materi terkait konten agar sesuai dengan habit atau sifat audiens dan platform media sosial yang berpengaruh pada engagement.
“Kita sering mengalami konten yang kita unggah punya engagement tinggi, dari jumlah penonton sampai kenaikan followers. Tapi di dua atau tiga konten selanjutnya, bisa jadi menurun,” kata Agil dalam paparan materinya.
“Terus mencari topik yang trending, mengubah ide untuk menjadi materi konten justru bisa membuat burnout atau kelelahan, padahal dituntut untuk konsisten. Sehingga, konten kreator juga perlu memahami platform media sosial,” lanjutnya.
Menyesuaikan Tipe Konten dengan Platform Media Sosial
Lebih lanjut, Agil mengatakan bahwa media sosial saat ini bukan hanya untuk berbagi kabar seperti beberapa waktu lalu, tapi juga sebagai ladang menarik engagement hingga membuat pemasukan bagi konten kreator.
“Konten yang diunggah caranya juga harus mengikuti kebiasaan platform dan user di sana, misal X dan Threads, pengguna akan lebih senang jika dibuat dalam beberapa utas untuk berdiskusi dibanding satu tulisan panjang. Kemudian reels Instagram bisa diunggah di TikTok dengan penyesuaian caption. Kemudian YouTube yang biasanya video panjang, bisa dipotong menjadi YouTube Short,” jelasnya.
Baca Juga: Tiga Jam Bertemu di Hambalang, Prabowo dan Luhut Bahas Kondisi Ekonomi Nasional
Adapun untuk media sosial Facebook, Agil menyoroti keunikan yang dimiliki oleh platform tersebut, seperti penggunanya yang didominasi oleh Gen X berusia 40 tahunan, ada grup komunitas tertentu, bahasa storytelling hingga tautan link yang lebih mudah.
Karakter media sosial yang cenderung sebagai tempat ‘bersantai’ dan mencari hiburan oleh pengguna membuat kontennya mengalir lebih cepat, sehingga ada kemungkinan untuk cepat hilang.
Fokus pada Satu Platform
Konten kreator memiliki peluang untuk membagikan kontennya di semua platform, namun tentu akan membutuhkan energi dan waktu.
Baca Juga: Hilang Kendali di Treasury Tower SCBD, Mobil Listrik Nyelonong Hantam Kaca Gedung Sampai Hancur
Artikel Terkait
Hilang Kendali di Treasury Tower SCBD, Mobil Listrik Nyelonong Hantam Kaca Gedung Sampai Hancur
Sosok Kuntadi, Pembongkar Skandal Korupsi Batu Bara yang Kini Diusulkan Jadi Jampidsus Baru
Tiga Jam Bertemu di Hambalang, Prabowo dan Luhut Bahas Kondisi Ekonomi Nasional
Kejagung Resmi Usut Tiga Kasus Korupsi Besar yang Menyeret Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah, Terbitkan Tiga Sprindik Baru
Utang RI Tembus Rp8000 Triliun, Menkeu Purbaya: Kondisi Fiskal Masih Aman dan Terkendali
Bantah Isu Mutasi Pegawai dan Nepotisme Menteri PU Dody Hanggodo Buka Sayembara Umrah Buktikan Aisyah Zakiyyah Keponakannya