Proyek kereta cepat Whoosh sendiri telah resmi beroperasi sejak akhir 2023, menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh kurang dari 40 menit.
Meski mendapat sambutan positif dari masyarakat, proyek ini masih menyisakan persoalan finansial akibat pembengkakan biaya konstruksi yang mencapai miliaran dolar.
Pemerintah berharap, dengan masuknya Danantara dalam proses restrukturisasi, beban utang dapat dikelola lebih efisien tanpa mengganggu keberlanjutan operasional kereta cepat.
Airlangga menegaskan, langkah ini bukan hanya untuk menuntaskan masalah keuangan, tetapi juga untuk memastikan proyek strategis nasional seperti Whoosh bisa terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Curiga Ada Sesuatu yang Besar, Mahfud MD Kritik Kejagung soal Silfester Matutina yang Masih Buron
3 Mata Uang Senilai Rp1,6 M jadi Barang Bukti, KPK Resmi Tetapkan Gubernur Riau Tersangka Korupsi
Cak Imin Beberkan Persyaratan untuk Pemutihan Utang BPJS Kesehatan yang Dilakukan pada Akhir 2025
Siap Bangun 30 Rangkaian Kereta Baru, Prabowo Siapkan Anggaran Rp5 Triliun untuk KAI serta Singgung Jalur Kereta Strategis di Luar Jawa
Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya Hadapi Sidang Putusan MKD atas Dugaan Langgar Etik Berujung Demo Agustus 2025
Tuai Sorotan Media Asing, IKN Disebut Bakal jadi Kota Hantu? Begini Tanggapan Menkeu Purbaya hingga Otorita IKN
6 Bulan Tanpa Gaji! MKD Vonis Sahroni, Eko, Nafa Urbach Langgar Kode Etik Berat
Dampak Nyata Transformasi Digital, Qlola by BRI Raih Penghargaan di Anugerah Inovasi Indonesia 2025
KPK Gerebek Rumah Dinas Gubernur Riau, Lanjutkan Penelusuran Kasus Dugaan Pemerasan di Pemprov
Krisis Pemerintahan AS Ancam Dunia Penerbangan, 40 Bandara Siap Pangkas Jadwal Terbang