Model investasi dua arah ini selaras dengan kebijakan alokasi modal Danantara yang menetapkan 20 persen dari total modal dialokasikan untuk investasi luar negeri, sementara 80 persen fokus pada proyek strategis dalam negeri.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Danantara untuk mendorong transfer teknologi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global, terutama di sektor pangan dan kesehatan yang menjadi kebutuhan krusial masyarakat.
Dengan ekspansi dan kolaborasi strategis ini, Danantara berharap dapat mendongkrak kualitas produk domestik serta membuka peluang baru dalam pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan mitra-mitra strategis di Eropa.
Artikel Terkait
Menteri Unifikasi Korsel Sebut Korea Utara Kini Miliki Kapabilitas Serang Daratan AS
Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Bedu Ungkap Alasan Perceraian dengan Anggie, Masalah Rumah Tangga Sudah Lama Terjadi
Rocky Gerung Soroti Polri, Butuh Audit Fundamental dan Pendekatan Akademis
Rahasia Manfaat Anggur Hijau untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Dubes Jepang: TKI Indonesia Jadi Incaran Perusahaan, Dikenal Pekerja Keras dan Taat Aturan
Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat
Freeport Sepakat Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia, Plus Janji Bangun Kampus dan Rumah Sakit di Papua
Kinerja Penegak Hukum Anjlok, Kasus Korupsi 2024 Turun Drastis
Tindak Lanjut Putusan MK, DPR Janji Undang Buruh di UU Baru