INSIBERNEWS - Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian harus mengedepankan sikap rendah hati dan empati dalam melayani masyarakat.
Dalam keterangan persnya, Selasa (30/9), Chryshnanda mengingatkan agar anggota Polri tidak bersikap sombong, menipu, atau menyakiti warga. Ia menekankan pentingnya integritas dan kejujuran sebagai landasan perilaku kepolisian.
Baca Juga: Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana, Peringati Hari Kesaktian Pancasila
"Jadilah polisi rakyat. Yang saya maksud adalah setop sombong, setop bohong, dan setop menyakiti. Di situlah konteksnya," ujar Chryshnanda. Pernyataan ini menjadi penegasan kembali visi reformasi yang tengah dijalankan Polri.
Menurutnya, polisi tidak hanya dituntut untuk menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai sosok yang dapat dipercaya dan dihormati masyarakat. Sikap empati menjadi kunci untuk membangun hubungan positif antara polisi dan warga.
Chryshnanda menambahkan bahwa fondasi kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada sikap rendah hati, jujur, dan peduli.
"Jika polisi mampu menunjukkan ketulusan dan kepedulian, maka masyarakat akan merasa aman dan dihargai," jelasnya.
Baca Juga: Apple Siap Produksi MacBook Pro Baru, Peluncuran Diprediksi Awal 2026
Transformasi ini juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang transparan dan profesional. Setiap anggota Polri diharapkan mampu mengedepankan integritas dalam setiap tindakan, baik di lapangan maupun dalam tugas administratif.
Selain itu, reformasi internal Polri mencakup pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi anggota, terutama dalam menghadapi situasi sosial yang kompleks dan beragam.
Hal ini diharapkan memperkuat citra Polri sebagai institusi yang responsif dan manusiawi.
Baca Juga: BUMN Asuransi dan Reasuransi Bakal Dikonsolidasikan Jadi Tiga Perusahaan Utama
Chryshnanda juga mendorong setiap personel untuk menjadi teladan dalam masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai figur yang mampu menumbuhkan rasa aman dan percaya di tengah warga.
Dengan upaya ini, Tim Transformasi Reformasi Polri berharap seluruh anggota mampu menjalankan tugasnya secara profesional sambil tetap menjaga nilai kemanusiaan, sehingga Polri benar-benar menjadi polisi rakyat yang dekat dan dipercaya masyarakat.
Artikel Terkait
Inalum Tunda IPO, Tunggu Kepastian Arah Investasi dari Danantara
X Elon Musk Ajukan Banding, Tolak Sistem Penghapusan Konten India
Prabowo Pastikan Sterilisasi Alat Makan MBG Gunakan Teknologi UV dan Air Panas
Mengenang Kembali Pahlawan yang Gugur dalam Tragedi 30 September 1965
Gubernur Bobby Bantah Lakukan Razia Pelat Luar Sumut - Tegaskan Hanya Sosialisasi Pajak
Presiden Kolombia Gustavo Petro: Dari Gerilya Klandestin ke Podium PBB, Melawan dengan Suara
BUMN Asuransi dan Reasuransi Bakal Dikonsolidasikan Jadi Tiga Perusahaan Utama
Apple Siap Produksi MacBook Pro Baru, Peluncuran Diprediksi Awal 2026
Meta Rilis Panduan Baru untuk Cegah Obrolan Tidak Pantas AI dengan Anak-anak
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana, Peringati Hari Kesaktian Pancasila