INSIBERNEWS - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Indonesia (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani, membawa kabar gembira terkait negosiasi panjang dengan Freeport-McMoRan.
Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu akhirnya sepakat melepas 12 persen sahamnya untuk Indonesia, dan menariknya, pelepasan tersebut diberikan tanpa biaya sepeser pun.
“Mereka sudah setuju untuk 12 persen,” ujar Rosan usai menghadiri rapat di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (30/9).
Baca Juga: Apple Siap Produksi MacBook Pro Baru, Peluncuran Diprediksi Awal 2026
Rosan menuturkan, kesepakatan ini didapat setelah dirinya bertemu langsung dengan Chairman Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, serta CEO Kathleen Quirk, saat berkunjung ke Amerika Serikat. Menurutnya, pertemuan itu berjalan cukup alot, namun membuahkan hasil yang lebih besar dari target awal.
“Awalnya kita membidik 10 persen, tapi melalui diskusi dan pendekatan intensif, akhirnya mereka menyetujui divestasi 12 persen. Ini jelas kabar baik, karena nilainya lebih tinggi dari yang kita perkirakan,” ungkap Rosan.
Baca Juga: Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat
Tidak hanya soal saham, Freeport juga menyetujui tambahan komitmen sosial yang dinilai sangat penting untuk masyarakat Papua, khususnya di sekitar area tambang.
Perusahaan tersebut berjanji membangun dua universitas dan dua rumah sakit sebagai bagian dari kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan.
“Nanti dua universitas dan dua rumah sakit akan dibangun langsung di Papua. Fokusnya tentu untuk meningkatkan peran tenaga medis di sana, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” tambah Rosan.
Baca Juga: Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Langkah ini dinilai sebagai salah satu poin penting dalam perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport yang akan berakhir pada tahun 2041.
Divestasi saham merupakan salah satu syarat utama agar perusahaan tambang raksasa itu tetap bisa beroperasi di Indonesia dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dubes Jepang: TKI Indonesia Jadi Incaran Perusahaan, Dikenal Pekerja Keras dan Taat Aturan
Artikel Terkait
Apple Siap Produksi MacBook Pro Baru, Peluncuran Diprediksi Awal 2026
Meta Rilis Panduan Baru untuk Cegah Obrolan Tidak Pantas AI dengan Anak-anak
Ilham Habibie Kembalikan Rp1,3 Miliar ke KPK Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bank BJB
Penasaran! Kenapa Obat Rasanya Pahit? Ternyata Ini Alasannya
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana, Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Menteri Unifikasi Korsel Sebut Korea Utara Kini Miliki Kapabilitas Serang Daratan AS
Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Rahasia Manfaat Anggur Hijau untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Dubes Jepang: TKI Indonesia Jadi Incaran Perusahaan, Dikenal Pekerja Keras dan Taat Aturan
Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat