INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Aceh. Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk kembali meninjau langsung wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah Presiden ini dinilai sebagai bentuk perhatian langsung pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Aceh menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat cuaca ekstrem, sehingga membutuhkan pemantauan dan dukungan berkelanjutan.
Baca Juga: Malam Tahun Baru Berpotensi Diguyur Hujan, BMKG Minta Warga Jakarta Waspada Cuaca Buruk
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menyampaikan bahwa salah satu lokasi yang kemungkinan akan dikunjungi Presiden adalah Kabupaten Bener Meriah. Wilayah tersebut termasuk daerah yang terdampak cukup serius akibat banjir dan longsor.
“Saya kalau tidak salah dengar Bener Meriah ya. Tapi nanti di-crosscheck saja dengan Pak Teddy, Sekretaris Kabinet,”ujar Qodari kepada wartawan.
Menurut Qodari, agenda Presiden di Aceh tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menitikberatkan pada peninjauan lapangan. Presiden ingin memastikan langsung kondisi masyarakat serta efektivitas penanganan bencana yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Rumah Aktor Senior Diding Boneng Roboh di Matraman, Anak Hampir Tertimpa Bangunan
“Dan Pak Presiden akan ke Aceh, dan insyaallah malam tahun baru nanti berada di Aceh bersama rakyat Aceh,” kata Qodari.
Selain meninjau lokasi terdampak, Presiden juga dijadwalkan menerima laporan dari pemerintah daerah dan aparat terkait mengenai perkembangan penanganan bencana. Evaluasi tersebut penting untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak diharapkan memberikan dukungan moril sekaligus mempercepat koordinasi lintas lembaga. Pemerintah pusat disebut berkomitmen memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Baca Juga: Deretan Kasus Kakap Jampidsus, Kerugian Negara Tembus Ratusan Triliun Rupiah
Aceh sendiri memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah berharap sinergi antara pusat, daerah, dan masyarakat dapat memperkuat ketangguhan wilayah dalam menghadapi risiko bencana ke depan.
Dengan memilih Aceh sebagai lokasi menghabiskan malam pergantian tahun, Presiden Prabowo menegaskan pesan bahwa negara hadir bersama rakyat, terutama di saat-saat sulit. Momentum Tahun Baru pun diharapkan menjadi awal pemulihan dan harapan baru bagi masyarakat terdampak.***
Artikel Terkait
Horee! Sambut Malam Tahun Baru, Transjakarta hingga MRT Gratis Hari Ini
Intip Sederet Capaian Membanggakan BRI dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025
BNPB Percepat Dana Tunggu Hunian, Ribuan Rekening Cair untuk Warga Terdampak Bencana
Akhiri 2025, Prabowo Terima Laporan Program Prioritas dari KSP dan Wamen PKP
Kemenhut Tancap Gas Bersihkan Sisa Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut
Masjid Negara IKN Hampir Rampung, Gibran Pastikan Siap Digunakan Salat Idulfitri
Deretan Kasus Kakap Jampidsus, Kerugian Negara Tembus Ratusan Triliun Rupiah
Sambut Tahun Baru, Sudirman–Thamrin Ditutup Pukul 18.00 WIB untuk Car Free Night hingga Dini Hari
Rumah Aktor Senior Diding Boneng Roboh di Matraman, Anak Hampir Tertimpa Bangunan
Malam Tahun Baru Berpotensi Diguyur Hujan, BMKG Minta Warga Jakarta Waspada Cuaca Buruk