Kemenhut Tancap Gas Bersihkan Sisa Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut

Photo Author
- Rabu, 31 Desember 2025 | 15:49 WIB
Tangkapan layar kondisi desa Garoga setelah diterjang banjir yang diikuti dengan material kayu gelondongan. (TikTok/Hasiananda_)
Tangkapan layar kondisi desa Garoga setelah diterjang banjir yang diikuti dengan material kayu gelondongan. (TikTok/Hasiananda_)

INSIBERNEWS - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan operasi pembersihan sisa bencana berupa tumpukan kayu dan material limbah di sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Utara, serta beberapa titik di Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan akses aktivitas masyarakat.

Operasi pembersihan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai mitra terkait. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan menyeluruh, terutama di kawasan yang terdampak cukup parah.

Baca Juga: Akhiri 2025, Prabowo Terima Laporan Program Prioritas dari KSP dan Wamen PKP

Salah satu fokus utama pembersihan berada di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang. Kawasan pendidikan tersebut sebelumnya tertutup material kayu dan lumpur akibat bencana, sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar dan kehidupan warga sekitar.

Di lokasi ini, tim gabungan mengerahkan 34 unit alat berat yang hingga kini masih beroperasi aktif. Alat-alat tersebut digunakan untuk mengangkat kayu gelondongan, membersihkan puing bangunan, serta merapikan area yang terdampak banjir dan longsor.

Hingga Senin, 29 Desember 2025, progres pembersihan di Pesantren Darul Mukhlisin telah mencapai sekitar 94 persen. Area utama pesantren sudah relatif bersih dan mulai dapat digunakan kembali secara bertahap.

Baca Juga: BNPB Percepat Dana Tunggu Hunian, Ribuan Rekening Cair untuk Warga Terdampak Bencana

Pembersihan tidak hanya menyasar ruang belajar, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya. Ruang guru, tempat wudu masjid, hingga rumah-rumah warga di sekitar pesantren turut menjadi prioritas agar aktivitas sosial dan keagamaan dapat segera pulih.

“Kami berupaya memastikan area pendidikan dan permukiman warga bisa segera kembali berfungsi, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,”ujar perwakilan tim di lapangan.

Selain Aceh Tamiang, Kemenhut juga melakukan pembersihan serupa di sejumlah titik di Aceh Utara dan wilayah Sumatera Utara yang terdampak. Penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan tingkat kerusakan dan akses lokasi.

Baca Juga: CFN Malam Tahun Baru, Dishub DKI Siapkan 36 Kantong Parkir di Sudirman–Thamrin hingga Blok M

Kemenhut menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan pascabencana. Selain pembersihan fisik, langkah lanjutan seperti rehabilitasi lingkungan dan penguatan mitigasi bencana juga akan disiapkan agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X