INSIBERNEWS - Belakangan ini matcha ramai dikenal sebagai minuman sehat yang populer dalam gaya hidup modern. Berbeda dari teh hijau biasa, matcha dibuat dari daun teh utuh yang digiling halus sehingga nutrisinya, seperti antioksidan, kafein, dan L-theanine, terserap lebih maksimal oleh tubuh.
Dalam jumlah wajar, matcha dapat membantu meningkatkan fokus dan metabolisme. Namun, konsumsi berlebihan lebih dari satu hingga dua cangkir per hari dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Matcha Berlebihan
Berikut beberapa risiko yang dapat muncul jika matcha dikonsumsi secara berlebihan:
Paparan Kontaminan
Karena terbuat dari daun teh utuh, matcha berpotensi mengandung logam berat, pestisida, atau fluoride yang berasal dari tanah. Produk dengan kualitas rendah atau tanpa pengawasan ketat berisiko membawa zat berbahaya bagi tubuh.
Baca Juga: Insentif Guru Honorer Naik, DPR Ingatkan Negara Jangan Lupa Tenaga Administrasi Sekolah
Gangguan Fungsi Hati dan Ginjal
Matcha mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi. Asupan katekin yang berlebihan dapat memicu mual dan, pada kondisi tertentu, berdampak negatif pada fungsi hati maupun ginjal.
Tekanan Darah Meningkat
Meski dikenal baik untuk kesehatan jantung, kandungan kafein dalam matcha dapat memicu peningkatan tekanan darah pada sebagian orang. Penderita hipertensi disarankan untuk membatasi konsumsi atau berkonsultasi dengan tenaga medis.
Tidak Dianjurkan untuk Ibu Hamil
Matcha mengandung kafein yang cukup tinggi. Asupan kafein berlebih selama kehamilan dikaitkan dengan risiko keguguran, berat badan lahir rendah, hingga gangguan perkembangan janin.
Ibu hamil sebaiknya menghindari matcha atau hanya mengonsumsinya setelah mendapat rekomendasi dokter.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI, La Suntu Tastio Berhasil Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun
Reaksi Alergi
Meski jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi matcha, seperti gatal, ruam, pembengkakan, atau sesak napas. Jika gejala muncul, segera hentikan konsumsi dan cari bantuan medis.
Risiko Iritasi Kerongkongan
Mengonsumsi matcha dalam kondisi terlalu panas dapat merusak lapisan kerongkongan. Kebiasaan minum minuman panas dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Sebaiknya tunggu hingga suhu minuman lebih hangat sebelum diminum.
Gangguan Pencernaan
Kandungan polifenol yang tinggi dalam matcha dapat mengiritasi sistem pencernaan jika dikonsumsi berlebihan. Gejalanya meliputi mual, diare, muntah, atau memperparah kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS).
Artikel Terkait
UMKM Binaan BRI, La Suntu Tastio Berhasil Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun
Desa Pasir Masih Terisolasi, Perjuangan Relawan Melawan Arus Sungai Kirim Logistik ke Wilayah Gayo Lues
Angin Barat Ngamuk! Kapal Pinisi Wisata Sharandy of The Seas Tenggelam di Pelabuhan Serangan-Bali
Indonesia Nominator Presiden Dewan HAM PBB 2026, Oleh Soleh: Saatnya Bicara Lebih Terbuka di Forum Dunia
Gelombang PHK Belum Mereda, DPR Ingatkan Pemerintah Segera Koreksi Arah Kebijakan Ekonomi
Remisi Natal untuk Harvey Moeis Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Rasa Keadilan
Jadi Wajah BA Investasi, Dude Harlino Terseret Kasus Gagal Bayar Rp1,3 Triliun