INSIBERNEWS - Sebuah kapal pinisi wisata bernama Sharandy of The Seas dilaporkan tenggelam di kawasan Pelabuhan Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025. Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WITA saat kapal dalam posisi bersandar dan sedang menjalani perawatan rutin di area pelabuhan.
Menurut informasi di lapangan, kapal tersebut tidak sedang beroperasi mengangkut wisatawan.
Seluruh awak kapal dan pekerja perbaikan diketahui telah berada di darat sebelum cuaca memburuk, sehingga situasi di sekitar kapal relatif aman ketika kejadian berlangsung.
Cuaca ekstrem disebut menjadi pemicu utama tenggelamnya kapal pinisi tersebut. Terjangan angin kencang dari arah barat, disertai hujan lebat, datang secara tiba-tiba dan membuat kondisi perairan di Pelabuhan Serangan berubah drastis dalam waktu singkat.
Akibat terpaan angin dan gelombang, badan kapal perlahan mulai kehilangan keseimbangan. Kapal tampak miring ke sisi kiri sebelum akhirnya air masuk ke lambung dan menyebabkan kapal tenggelam di lokasi sandar.
Kondisi cuaca yang cepat memburuk membuat kru serta pekerja galangan tidak sempat melakukan langkah penyelamatan secara maksimal. Dalam hitungan menit, kapal tidak lagi mampu bertahan dan akhirnya terendam air di area pelabuhan.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pada saat kejadian, kapal dalam kondisi kosong. Tidak ada penumpang maupun awak di atas kapal, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama otoritas pelabuhan langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bahaya lanjutan serta memastikan aktivitas kapal lain di Pelabuhan Serangan tetap berjalan dengan aman.
Baca Juga: Viral Isu Inisial S, Safa Marwah Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Ridwan Kamil
Hingga Sabtu siang, bangkai kapal Sharandy of The Seas masih berada di dasar perairan pelabuhan. Proses evakuasi belum dapat dilakukan karena menunggu kondisi cuaca yang lebih kondusif serta koordinasi lebih lanjut dengan pihak pemilik kapal dan instansi terkait.
Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung kerugian material akibat insiden tersebut. Pihak pelabuhan juga mengimbau seluruh pemilik kapal dan pelaku wisata bahari agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan memastikan sistem pengamanan kapal dalam kondisi optimal.***
Artikel Terkait
ASDP Pastikan Arus Berangkat Natal 2025 Lancar, Lintasan Merak–Bakauheni Tetap Terkendali
Jalan Licin Bersalju Picu Tabrakan Beruntun di Jepang, Dua Tewas dan Puluhan Luka
Meski Minim Penerangan, Upaya Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terus Dilakukan
Wanti-wanti Ancaman Kesehatan, Mantan Ketum PB IDI: Posko Kesehatan Krusial Cegah Penyakit Pascabanjir di Pengungsian
Sama-sama Dikaitkan dengan Ridwan Kamil, Interaksi Aura Kasih dan Lisa Mariana di Instagram Tuai Sorotan Publik
Viral Isu Inisial S, Safa Marwah Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Ridwan Kamil
Tindak Tegas Aksi Bullying, Universitas Nasional Jeonbuk Gugurkan 18 Pendaftar karena Riwayat Kekerasan Sekolah
Akses ke Takengon Putus Akibat Longsor, Warga Berjuang Jalan Kaki 5 Jam ke Bener Meriah Dapatkan Logistik Murah
UMKM Binaan BRI, La Suntu Tastio Berhasil Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun
Desa Pasir Masih Terisolasi, Perjuangan Relawan Melawan Arus Sungai Kirim Logistik ke Wilayah Gayo Lues