Ramai Dikaitkan dengan Pesugihan, Fadli Zon Sebut Tradisi Ziarah Gunung Kawi Adalah Warisan Budaya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:32 WIB
Ramai Dikaitkan dengan Pesugihan, Fadli Zon Sebut Tradisi Ziarah Gunung Kawi Adalah Warisan Budaya (Istimewa)
Ramai Dikaitkan dengan Pesugihan, Fadli Zon Sebut Tradisi Ziarah Gunung Kawi Adalah Warisan Budaya (Istimewa)

INSIBERNEWS – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan tanggapan terkait ramainya perbincangan mengenai aktivitas ziarah di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurutnya, tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu merupakan bagian dari keberagaman budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Fadli menilai, berbagai praktik budaya dan tradisi lokal yang berkembang di sejumlah daerah, termasuk di Gunung Kawi, menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Nusantara yang patut dipahami secara bijak. Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Mundur dari Jampidsus, Sikap Legawa Febrie Adriansyah Tuai Pujian Pakar Hukum

"Tradisi yang berkembang di berbagai daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini. Selama tidak merugikan, tidak merusak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, hal tersebut merupakan bagian dari realitas sosial yang ada," ujar Fadli Zon di Jakarta, Senin.

Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya perbincangan di media sosial yang mengaitkan Gunung Kawi dengan praktik pesugihan. Isu tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah konten viral membahas aktivitas yang berlangsung di kawasan wisata religi tersebut.

Meski demikian, Fadli menekankan bahwa masyarakat perlu melihat Gunung Kawi secara lebih luas, tidak hanya dari sudut pandang mitos yang beredar. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan potensi ekonomi yang turut mendukung kehidupan warga sekitar.

Baca Juga: Fakta Kasus Etik Suryani: KPK Ungkap Dugaan Setoran 40 Persen dari Insentif Pegawai

Ia juga menyoroti dampak positif dari kunjungan wisata religi yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui sektor perdagangan, jasa, hingga pariwisata budaya.

Sebagai informasi, Pesarean Gunung Kawi merupakan kompleks makam tokoh yang dihormati masyarakat, yakni Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II yang dikenal sebagai Eyang Djoego, serta Raden Mas Iman Soedjono.

Lokasi tersebut telah lama menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat dari berbagai daerah. Pada momen tertentu, terutama saat peringatan Tahun Baru Islam atau 1 Muharam yang juga dikenal sebagai 1 Suro, kawasan ini dipadati peziarah.

Baca Juga: Waspada Oknum Nakal, Prabowo Minta Aparat dan Kepala Daerah Melek Awasi Dapur Makan Bergizi

Rangkaian tradisi yang digelar biasanya meliputi kirab budaya, doa bersama, hingga prosesi tabur bunga yang menjadi bagian dari ritual penghormatan terhadap para tokoh yang dimakamkan di sana.

Keberadaan tradisi tersebut hingga kini terus menjadi daya tarik wisata religi sekaligus cerminan keberagaman budaya yang masih terjaga di Indonesia. ***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X