Sebelumnya, dalam rapat terbatas di kawasan Kartanegara pada 9 November 2025, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap efek game online pada generasi muda.
“Beberapa game itu menormalkan kekerasan. Anak-anak bisa terbiasa melihat senjata dan kekerasan sebagai sesuatu yang biasa.”
Baca Juga: Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Ia bahkan menyinggung game populer seperti PUBG yang dinilai dapat membentuk pola pikir agresif jika dimainkan tanpa pengawasan dan filter usia yang tepat. Menurutnya, pembatasan bukan soal melarang total, tapi soal menjaga ruang aman bagi mental anak.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta sekolah ikut berperan dalam pengawasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.
“Kami imbau sekolah-sekolah lebih waspada. Anak-anak jangan sembarangan mengakses konten di gadget.”
Pemerintah menegaskan, arah kebijakan ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan mendorong platform digital agar lebih bertanggung jawab. Harapannya, ruang digital ke depan bisa lebih ramah bagi anak, tanpa mengorbankan perkembangan mental dan masa depan generasi muda.***
Artikel Terkait
Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Momen Presiden Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games
BRI Dorong Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Gelar Aksi Tanam Pohon
Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Banjir Aceh Bak Gelombang Kedua, Prabowo Turun Langsung dan Ingatkan Negara Tak Boleh Lambat Saat Rakyat Terluka
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh
Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan
Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir 10 Meter, Masjid Jadi Satu-Satunya Bangunan yang Masih Kokoh di Aceh
Tak Cuma Bonus, Negara Siapkan Dana Pensiun Atlet: Erick Thohir Buka Arah Baru untuk Masa Depan Olahragawan
Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan