Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan

Photo Author
- Minggu, 7 Desember 2025 | 13:50 WIB
Menyoroti kontroversi 3 bupati di Provinsi Aceh yang menyatakan tak sanggup atasi dampak bencana banjir bandang di wilayahnya. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)
Menyoroti kontroversi 3 bupati di Provinsi Aceh yang menyatakan tak sanggup atasi dampak bencana banjir bandang di wilayahnya. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)

INSIBERNEWS - Duka akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh belum benar-benar reda, namun muncul perdebatan baru di ruang publik. Bukan lagi hanya soal kerusakan dan pengungsian, melainkan soal pernyataan tiga bupati yang disebut tak sanggup menangani bencana di daerahnya masing-masing.

Tiga kepala daerah yang terseret dalam pusaran isu ini adalah Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

Pernyataan soal ketidaksanggupan itu menuai respons beragam, dari yang memaklumi hingga yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk kegagalan kepemimpinan di saat krisis.

Baca Juga: Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh

Di tingkat pusat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto angkat suara. Ia menilai pernyataan “tidak sanggup” tidak bisa dilihat secara hitam putih, karena biasanya didasarkan pada data kebutuhan riil di lapangan.

“Kalau kepala daerah menyatakan tidak sanggup, itu kan ada basis datanya,” kata Bima di Jakarta.

“Berapa kebutuhan infrastruktur, rumah warga, akses jalan, semuanya harus dihitung,” lanjutnya.

Bima menegaskan pemerintah pusat tidak akan lepas tangan. Menurutnya, instruksi Presiden jelas: negara harus hadir di saat sulit, terutama dalam situasi bencana skala besar yang melampaui kapasitas daerah. Ia menyebut bantuan dari pusat akan terus diperkuat, baik dari sisi logistik, keuangan, maupun personel.

Baca Juga: Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana

Ia juga menyinggung peran TNI dan Polri yang disebutnya sudah bekerja maksimal di lapangan.

“TNI-Polri all out. Posko-posko bencana aktif dan bergerak. Sistem sudah berjalan,” ujar Bima.

Ia menambahkan optimisme bahwa penderitaan warga bisa diatasi jika semua elemen bekerja bersama.

Namun, pandangan berbeda justru datang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem. Dalam pernyataannya, ia menegur keras kepala daerah yang dinilainya terlalu cepat menyerah.

“Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri,” ucap Mualem.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X