INSIBERNEWS - Banjir bandang dan longsor yang menerjang 18 kabupaten di Provinsi Aceh akhir November 2025 meninggalkan luka yang tidak kecil bagi ribuan warga. Rumah terendam, akses jalan putus, listrik dan komunikasi terhenti, serta banyak keluarga yang harus mengungsi dalam kondisi serba terbatas. Di banyak wilayah, warga masih bertahan di posko darurat sambil menunggu bantuan yang terus berdatangan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus bergerak mempercepat penanganan darurat.
Fokus utama saat ini bukan hanya penyelamatan korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan listrik bisa segera pulih agar kehidupan warga tidak semakin terpuruk.
Baca Juga: Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Minggu, 7 Desember 2025. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arah yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Negara dijadwalkan meninjau sejumlah titik terparah yang terdampak banjir dan longsor, sekaligus mendengarkan laporan langsung dari kepala daerah, BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Prabowo ingin melihat sendiri apakah distribusi bantuan benar-benar menjangkau warga yang selama ini terisolasi.
Baca Juga: BRI Dorong Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Gelar Aksi Tanam Pohon
Sehari sebelumnya, Prabowo memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Dalam rapat itu, ia menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak boleh lambat, apalagi setengah-setengah, karena menyangkut keselamatan dan masa depan rakyat.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa perhatian utama Presiden adalah wilayah-wilayah yang masih terputus aksesnya.
“Bapak Presiden ingin mendapatkan laporan paling mutakhir mengenai daerah-daerah yang masih terisolir dan langkah cepat yang bisa dilakukan,” ujar Prasetyo.
Baca Juga: Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Selain soal akses wilayah, Prabowo juga menekankan pentingnya pemulihan jalur darat, distribusi bahan bakar minyak, serta suplai logistik yang sempat tersendat akibat rusaknya jalan dan jembatan.
“Presiden langsung memberikan instruksi untuk mempercepat distribusi BBM dan logistik yang selama ini terkendala karena jalur terputus,” kata Prasetyo.
Artikel Terkait
Dinilai Kurang Pantas, DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera yang Lempar Beras dari Helikopter
20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya Usai Menhut Raja Juli Lakukan Evaluasi Pasca Banjir Sumatera
Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Aman, Menkeu Purbaya Siap Tambah Dana Bencana untuk BNPB
Akses Layanan BRI Tetap Terjaga di Daerah Bencana Banjir Bandang melalui Satelit
Polri dan Kemenhut Lakukan Investigasi Terkait Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera
Dulu Dihujat, Netizen Kini Bela Virgoun Pasca Isu Perselingkuhan Inara Rusli
Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Momen Presiden Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games
BRI Dorong Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Gelar Aksi Tanam Pohon
Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana