INSIBERNEWS - WhatsApp mulai mengetes kebijakan baru yang membatasi jumlah pesan yang bisa dikirim pengguna, termasuk akun bisnis, kepada kontak yang tidak merespons. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta untuk mengurangi penyebaran spam dan menjaga kenyamanan pengguna di platform perpesanan tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir, WhatsApp memang berkembang jauh dari sekadar aplikasi chatting pribadi. Kini, fitur seperti grup besar, komunitas, hingga kanal bisnis membuat lalu lintas pesan meningkat tajam.
Sayangnya, hal ini juga membuka peluang bagi spammer atau pelaku bisnis agresif untuk mengirimkan pesan tanpa izin.
Baca Juga: iPhone Lipat Apple Terancam Mundur Lagi, Peluncuran Bisa Molor hingga 2027
Banyak pengguna mengeluhkan menerima pesan dari nomor tak dikenal yang menawarkan produk, promosi, atau bahkan penipuan. Situasi ini membuat pengalaman menggunakan WhatsApp terasa mengganggu, terutama bagi mereka yang menggunakan aplikasi untuk kebutuhan komunikasi pribadi.
Dilansir dari Tech Crunch pada Sabtu (18/10), kebijakan baru ini akan menghitung setiap pesan yang dikirim ke penerima yang tidak membalas sebagai bagian dari kuota bulanan pengiriman pesan.
Misalnya, jika seseorang mengirim tiga pesan ke nomor baru tanpa mendapatkan tanggapan, maka tiga pesan itu akan masuk dalam perhitungan kuota.
Baca Juga: Fabio Quartararo Rebut Pole Position di MotoGP Australia, Alex Marquez Alami Kecelakaan Dramatis
Sebaliknya, jika pesan dibalas oleh penerima, WhatsApp tidak akan menghitungnya dalam batas tersebut. Dengan begitu, sistem ini hanya menargetkan pengirim pesan yang cenderung mengirimkan pesan berulang ke kontak yang tidak tertarik untuk berinteraksi.
WhatsApp belum memberikan detail pasti terkait batas maksimum pesan yang diperbolehkan dalam periode tertentu.
Namun, laporan menyebutkan bahwa Meta tengah menguji beberapa skenario berbeda untuk melihat mana yang paling efektif dalam menekan spam tanpa mengganggu komunikasi normal antar pengguna.
Baca Juga: Erin Taulany Akhirnya Buka Suara Soal Isu Perceraian: 'Saya Difitnah, Tapi Allah Tahu Kebenarannya!'
Jika seseorang atau akun bisnis mulai mendekati batas kuota, WhatsApp akan menampilkan peringatan berupa pop-up. Peringatan ini berfungsi sebagai notifikasi agar pengguna lebih berhati-hati dan menghindari risiko pemblokiran otomatis oleh sistem.
Kebijakan baru ini juga diprediksi akan berdampak besar pada penggunaan WhatsApp Business, terutama bagi pelaku usaha yang sering mengirimkan pesan promosi ke pelanggan. Meski begitu, langkah ini dianggap penting agar pesan yang dikirim bersifat lebih personal dan relevan, bukan sekadar broadcast massal tanpa arah.
Artikel Terkait
Pemerintah Bakal Atur BBM Campur Etanol 10 Persen, Bagaimana Risiko di Lapangan?
Jangkau 140 Juta Warga Indonesia, Prabowo Instruksikan Tambah BLT
Sentuhan Baru Pemerintah, BLT Prabowo Bikin Napas Lega Warga Kecil di Tengah Hidup yang Berat
Kementerian PU Gaspol, Kontrak Proyek Masif Dimulai November untuk Genjot Serapan Anggaran
TRAGIS! Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Tangerang Tega Habisi Nyawa Ayah Gegara Uang Rokok
Purbaya Pastikan Dana BLT Rp30 Triliun dari APBN: 'Negara Kita Nggak Miskin, Masih Kuat Kok'
Heboh! Erika Carlina Hapus Foto Lamaran, Netizen Panik Isu Putus dengan DJ Bravy
Erin Taulany Akhirnya Buka Suara Soal Isu Perceraian: 'Saya Difitnah, Tapi Allah Tahu Kebenarannya!'
Fabio Quartararo Rebut Pole Position di MotoGP Australia, Alex Marquez Alami Kecelakaan Dramatis
iPhone Lipat Apple Terancam Mundur Lagi, Peluncuran Bisa Molor hingga 2027