INSIBERNEWS - Makanan adalah kebutuhan utama manusia, namun jika tidak diperhatikan dengan baik, justru bisa menjadi sumber penyakit. Banyak kasus keracunan makanan terjadi karena orang tidak menyadari bahwa apa yang mereka konsumsi sebenarnya sudah tidak layak makan. Mengenali ciri-cirinya menjadi langkah penting agar kita lebih waspada.
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah bau. Makanan yang sudah rusak biasanya mengeluarkan aroma tidak sedap, menyengat, atau asam yang berbeda dari biasanya.
Misalnya daging yang sudah basi akan tercium amis kuat, sementara susu basi akan berbau masam. Jika sudah demikian, sebaiknya segera buang, jangan nekat mengonsumsinya.
Selain bau, perubahan warna juga bisa menjadi penanda. Sayuran segar biasanya hijau cerah, namun jika warnanya mulai menguning, layu, atau muncul bintik hitam, itu tanda sudah tidak segar. Begitu juga dengan daging atau ikan yang berubah warna menjadi keabu-abuan, artinya sudah tidak aman untuk dimakan.
Tekstur juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Roti yang sudah berjamur akan terasa lembek dan berlendir, begitu pula dengan nasi basi yang biasanya lengket dan berair.
Pada makanan kaleng, jika permukaan kaleng menggembung atau ada karat di bagian dalam, sebaiknya jangan dikonsumsi karena bisa berbahaya bagi kesehatan.
Baca Juga: Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat
Tanda lain yang sering luput dari perhatian adalah rasa. Jika makanan terasa berbeda dari biasanya—misalnya asam, pahit, atau getir—meskipun tampilannya masih terlihat normal, sebaiknya jangan dilanjutkan. Indera pengecap sebenarnya bisa menjadi alarm alami tubuh untuk menolak makanan berbahaya.
Penting juga memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Meski kadang ada makanan yang masih terlihat baik setelah lewat masa kadaluwarsa, risiko kerusakan mikrobiologis tetap tinggi. Konsumsi makanan melewati batas tersebut bisa meningkatkan potensi keracunan.
Baca Juga: Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Agar terhindar dari risiko, biasakan menyimpan makanan dengan benar. Simpan bahan mentah di kulkas pada suhu yang sesuai, pisahkan dengan makanan matang, dan pastikan wadah penyimpanan selalu bersih. Hal sederhana ini bisa membantu memperpanjang masa segar makanan sekaligus mencegah kontaminasi bakteri.
Pada akhirnya, menjaga kewaspadaan terhadap kualitas makanan adalah bentuk investasi kesehatan.
Lebih baik membuang makanan yang dirasa meragukan ketimbang harus berurusan dengan keracunan. Ingat, tubuh kita hanya sebaik asupan yang masuk ke dalamnya, jadi jangan remehkan tanda-tanda kecil pada makanan.
Artikel Terkait
Meta Rilis Panduan Baru untuk Cegah Obrolan Tidak Pantas AI dengan Anak-anak
Ilham Habibie Kembalikan Rp1,3 Miliar ke KPK Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bank BJB
Penasaran! Kenapa Obat Rasanya Pahit? Ternyata Ini Alasannya
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana, Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Menteri Unifikasi Korsel Sebut Korea Utara Kini Miliki Kapabilitas Serang Daratan AS
Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Rahasia Manfaat Anggur Hijau untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Dubes Jepang: TKI Indonesia Jadi Incaran Perusahaan, Dikenal Pekerja Keras dan Taat Aturan
Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat
Freeport Sepakat Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia, Plus Janji Bangun Kampus dan Rumah Sakit di Papua