Meta Buka Akses Teknologi Kacamata Pintar untuk Pengembang Aplikasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 19 September 2025 | 16:50 WIB
Ilustrasi Logo Meta (Foto : Dok/Meta)
Ilustrasi Logo Meta (Foto : Dok/Meta)

INSIBERNEWS - Meta kembali memperlihatkan ambisinya dalam mengembangkan ekosistem perangkat wearable dengan meluncurkan Wearable Device Access Toolkit. Langkah ini memungkinkan para pengembang aplikasi untuk menjajal potensi teknologi kacamata pintar buatan perusahaan tersebut.

Melalui toolkit itu, Meta memberikan akses langsung ke berbagai sensor yang tertanam pada kacamata pintar. Sensor ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan fitur-fitur baru dalam aplikasi seluler yang terhubung dengan perangkat.

Baca Juga: Baim Wong Akui Reputasi Merosot Usai Cerai, Bantah Isu Bangkrut

“Versi pertama perangkat kami akan membuka akses ke serangkaian sensor, memberdayakan Anda untuk mulai membangun fitur-fitur di aplikasi seluler yang memanfaatkan keunggulan hands-free dari kacamata AI,” ungkap Meta dalam keterangan resminya, dikutip dari The Verge, Jumat (19/9).

Meta menegaskan bahwa perangkat ini mampu menghadirkan pengalaman berbeda. Dengan perspektif alami dari sudut pandang pemakainya, kejernihan audio open ear, serta akses mikrofon yang lebih baik, pengembang bisa lebih leluasa menciptakan inovasi.

Beberapa penguji awal sudah mencoba akses awal terhadap kacamata pintar Meta ini. Salah satu contohnya adalah integrasi dengan aplikasi Twitch, yang memungkinkan kreator melakukan siaran langsung tanpa harus memegang perangkat tambahan.

Baca Juga: Waduh! Kang Dong Won dan Sejumlah Seleb Korea Diselidiki Polisi Terkait Agensi Ilegal

Kehadiran toolkit ini menandai keseriusan Meta dalam menjadikan kacamata pintar sebagai salah satu perangkat masa depan. Tidak hanya untuk hiburan, namun juga untuk produktivitas sehari-hari.

Para pengamat menilai, gebrakan Meta ini juga menjadi cara perusahaan memperluas ekosistemnya, sekaligus menantang dominasi perangkat wearable lain seperti Apple Vision Pro atau Google Glass yang sempat diperkenalkan beberapa tahun lalu.

Dengan teknologi hands-free, pengguna bisa melakukan banyak hal hanya melalui pandangan mata dan perintah suara. Hal ini dinilai cocok untuk aktivitas kreator konten, pekerja lapangan, hingga penggunaan personal sehari-hari.

Baca Juga: Ribut soal Paket COD, Ketua Lingkungan di Cianjur Dibacok Pemilik Toko

Meski begitu, Meta masih harus membuktikan bahwa perangkat ini mampu menarik perhatian pasar. Sebab, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kacamata pintar sering kali sulit bertahan karena faktor harga, kenyamanan, dan kebutuhan pengguna yang belum terlalu mendesak.

Namun, jika pengembang aplikasi berhasil menghadirkan inovasi nyata dengan memanfaatkan akses sensor ini, bukan tidak mungkin kacamata pintar Meta menjadi salah satu terobosan penting dalam tren teknologi wearable ke depan.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X