INSIBERNEWS - Belut mungkin bukan makanan yang asing bagi sebagian orang, terutama di Asia, termasuk Indonesia. Selain rasanya yang gurih dan teksturnya lembut, belut ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Salah satu manfaat yang jarang dibahas adalah perannya dalam membantu proses pemulihan tubuh setelah menjalani operasi.
Kandungan utama belut yang sangat bermanfaat adalah proteinnya yang tinggi. Protein berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak setelah pembedahan. Proses regenerasi sel berjalan lebih cepat dengan asupan protein yang cukup, sehingga luka operasi bisa lebih cepat mengering dan menutup.
Baca Juga: AS Kembali Veto Resolusi DK PBB Soal Gaza, Kian Terpojok di Panggung Dunia
Selain protein, belut juga kaya akan zat besi. Zat ini membantu mencegah anemia yang sering dialami pasien pascaoperasi karena kehilangan darah. Dengan kadar hemoglobin yang terjaga, pasokan oksigen ke seluruh tubuh juga lebih lancar sehingga energi lebih cepat pulih.
Vitamin A yang terkandung dalam belut juga tidak bisa diremehkan. Vitamin ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga pasien lebih tahan terhadap risiko infeksi. Pascaoperasi, tubuh biasanya rentan terkena serangan bakteri atau virus, sehingga peran vitamin A sangat vital.
Tak hanya itu, belut juga mengandung fosfor dan kalsium yang berfungsi menjaga kekuatan tulang. Bagi pasien yang menjalani operasi besar, kondisi tulang yang kuat bisa membantu menunjang mobilitas ketika mereka mulai beraktivitas kembali.
Baca Juga: Geger! Pria Lansia Ditemukan Tewas di Kali Sentiong, Diduga Terpeleset Saat Sendirian
Kandungan asam lemak baik dalam belut, seperti omega-3, turut berkontribusi menekan peradangan. Ini penting karena proses pemulihan pascaoperasi sering kali disertai pembengkakan. Dengan asupan omega-3 yang cukup, peradangan bisa lebih cepat mereda.
Belut juga mengandung vitamin B kompleks yang mendukung metabolisme tubuh. Vitamin ini membantu mengubah makanan menjadi energi, sehingga pasien pascaoperasi tidak mudah merasa lemas. Energi yang cukup tentu mempercepat proses rehabilitasi.
Namun, konsumsi belut sebaiknya tetap dalam jumlah yang wajar. Cara pengolahannya juga penting, sebaiknya dihindari penggunaan terlalu banyak minyak atau bumbu berlemak. Belut yang dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau ditumis ringan akan lebih sehat untuk mendukung pemulihan tubuh.
Baca Juga: KPK Buru ‘Juru Simpan’ Uang Panas Dugaan Korupsi Kuota Haji, Kerugian Ditaksir Rp1 Triliun
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, belut bisa menjadi pilihan sumber makanan yang menyehatkan pascaoperasi.
Meski demikian, setiap pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menambahkan belut ke dalam menu harian, agar manfaatnya bisa maksimal tanpa menimbulkan risiko lain.
Artikel Terkait
Andy Noya, Kenang Integritas Almarhum Aktor Sophan Sophiaan Yang Gak Kuat Hidup Jadi Anggota DPR : Hati Nuraniku Memberontak
Mahasiswi di Bantul Nekat Menyamar Jadi Dokter, Tipu Korban hingga Rugi Rp500 Juta
Motor Terasa Seret dan Kaku? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
London Memanas, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kunjungan Donald Trump
Yurike Sanger, Istri Ke-7 Presiden Soekarno Tutup Usia di Amerika
Walikota Prabumulih, Arlan Minta Maaf Karena Telah Mencabut Jabatan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Akui Tidak Bisa Mengontrol Diri
Selami Dunia Content Creator, CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya
KPK Buru ‘Juru Simpan’ Uang Panas Dugaan Korupsi Kuota Haji, Kerugian Ditaksir Rp1 Triliun
Geger! Pria Lansia Ditemukan Tewas di Kali Sentiong, Diduga Terpeleset Saat Sendirian
AS Kembali Veto Resolusi DK PBB Soal Gaza, Kian Terpojok di Panggung Dunia