“Ini bukan sekadar euforia. Kita sedang melihat perubahan struktural di mana aset digital mulai dianggap sebagai bagian dari portofolio investasi global,” ujar analis pasar kripto dari CryptoQuant, Kim Seung-hoon, seperti dikutip dari media lokal Korea Selatan.
Di sisi lain, beberapa investor ritel memilih bersikap hati-hati meski pasar sedang bergairah. Pengalaman masa lalu saat Bitcoin anjlok usai mencapai puncak membuat sebagian investor menahan diri dan menunggu konfirmasi tren stabil.
Meski begitu, volume perdagangan di bursa kripto global tetap meningkat tajam, menandakan kepercayaan publik terhadap aset digital kian pulih.
Baca Juga: Louis Tomlinson Curhat Soal Reuni One Direction: 'Sulit Tanpa Liam Payne'
Dengan momentum positif ini, banyak pihak memperkirakan Bitcoin masih berpotensi menembus level USD130 ribu dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika kondisi pasar global tetap mendukung.
Namun, para analis juga mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi koreksi mendadak yang biasa terjadi setelah lonjakan besar.
Kenaikan Bitcoin kali ini bukan hanya soal angka di layar, tapi juga simbol dari bagaimana aset digital semakin diterima sebagai bagian dari sistem keuangan modern.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin kembali membuktikan dirinya bukan sekadar tren, melainkan instrumen finansial yang mampu bertahan dan terus berkembang.***