INSIBERNEWS - Pasar aset digital kembali bergairah setelah Bitcoin menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level USD126 ribu per koin, atau setara dengan sekitar Rp2,1 miliar. Lonjakan ini menandai pencapaian historis bagi aset kripto terbesar di dunia dan memperkuat posisinya sebagai “emas digital” di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam perdagangan terbaru, harga Bitcoin sempat menyentuh titik puncak di USD126.080 sebelum turun tipis ke kisaran USD124.700.
Meski mengalami koreksi ringan, pergerakan ini tetap menunjukkan ketahanan pasar kripto yang luar biasa di tengah gejolak global, terutama setelah setahun penuh fluktuasi akibat tekanan ekonomi dan kebijakan moneter ketat dari bank sentral dunia.
Baca Juga: Prabowo Lantik 10 Dubes dan 1 Wakil Dubes Baru, Berikut Daftar Namanya
Kenaikan tajam ini bukan terjadi tanpa alasan. Arus masuk dana dari investor institusional disebut menjadi pemicu utama reli harga kali ini.
Sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk BlackRock dan Fidelity, mencatat peningkatan signifikan dalam permintaan ETF Bitcoin, dengan total nilai investasi mencapai miliaran dolar dalam waktu singkat.
Arus dana besar ini mempersempit pasokan Bitcoin di pasar spot dan mempercepat kenaikan harga.
Baca Juga: Dunia Hiburan Korea Berduka, Komedian Jung Se Hyup Tutup Usia di Usia 41 Tahun
Selain itu, melemahnya dolar Amerika Serikat turut menjadi faktor pendorong. Banyak investor global kini mulai beralih ke aset alternatif seperti Bitcoin untuk melindungi nilai kekayaannya.
Kondisi ini mengingatkan kembali pada tren serupa tahun 2021, ketika inflasi tinggi membuat Bitcoin menjadi pilihan populer sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: PSSI Kecewa Protes Wasit Ditolak AFC, Kluivert Fokus Perkuat Tim Jelang Lawan Arab Saudi
Sementara itu, kripto lain seperti Ethereum juga mencatatkan performa positif dengan naik ke level USD4.600, dan XRP menguat di kisaran USD2,9. Pergerakan serentak beberapa aset utama ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap industri kripto secara keseluruhan sedang berada dalam fase optimistis.
Beberapa analis menilai, capaian Bitcoin kali ini bukan sekadar kenaikan jangka pendek. Menurut mereka, minat dari institusi besar dan stabilnya dukungan regulasi di sejumlah negara akan mendorong pasar kripto menuju fase pertumbuhan yang lebih matang.
Namun, volatilitas tetap menjadi tantangan, mengingat harga Bitcoin masih sensitif terhadap pergerakan makroekonomi global.
Artikel Terkait
Louis Tomlinson Curhat Soal Reuni One Direction: 'Sulit Tanpa Liam Payne'
Jisoo BLACKPINK Siap Kolaborasi dengan Zayn Malik, Netizen Heboh!
KPK Sebut Banyak Biro Travel Ilegal yang Terima Jatah Kuota Haji Tambahan termasuk Milik Khalid Basalamah
Respon Adik Syahrini Setelah Digerubuk Netizen Pakai Foto Siomay Milik Chef Devina Tanpa Izin
Sambil Nangis, Ayah Alfatih Santri Yang Selamat Dari Runtuhnya Pesantren Al Khoziny, Cerita Anaknya Sempat Minta Kembali ke Podok Hari Rabu
Aliansi Gizi Soroti Dugaan Kecurangan Program MBG, Minta Enam Pejabat BGN Dicopot
PSSI Kecewa Protes Wasit Ditolak AFC, Kluivert Fokus Perkuat Tim Jelang Lawan Arab Saudi
Bansos Triwulan IV Kembali Cair Oktober Ini, Begini Cara Cek Nama Penerima Bantuan
Dunia Hiburan Korea Berduka, Komedian Jung Se Hyup Tutup Usia di Usia 41 Tahun
Prabowo Lantik 10 Dubes dan 1 Wakil Dubes Baru, Berikut Daftar Namanya