Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan pertama di 2019, nilai kesepakatan business matching tercatat sebesar US$ 33,5 juta dengan 16 buyers dari 7 negara. Nilai ini melonjak pada 2020 menjadi US$ 57,5 juta, yang melibatkan 26 buyers dari 11 negara.
Pada 2021, kesepakatan kembali meningkat menjadi US$ 72,1 juta, dengan melibatkan 32 buyers dari 14 negara dalam 207 sesi bisnis.
Momentum positif tersebut terus berlanjut pada 2022, di mana business matching berhasil mencatatkan nilai US$ 76,7 juta, melibatkan 43 buyers dari 20 negara, hingga mencapai US$ 81,3 juta pada 2023 dengan 86 buyers dari 30 negara.
Baca Juga: Ramalan Cuaca 30 Januari, Jakarta dan Sekitarnya Siap-siap Diguyur Hujan!
Selain itu, sebagai langkah konkret dalam mendukung perkembangan UMKM, adalah adanya kolaborasi antara BRI dan Kementerian Perdagangan, di mana mulai tahun 2025, akan diadakan business matching terjadwal sebanyak dua kali dalam sebulan secara rutin.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah UMKM binaan BRI yang mendapatkan perluasan pasar ekspor. Untuk informasi lebih lanjut informasi terkait gelaran ini dapat di akses melalui https://briumkmexport.com/
BRI Microfinance Outlook 2025
Pada kesempatan yang sama, BRI juga menggelar BRI Microfinance Outlook 2025 yang menjadi wadah diskusi penting terkait kondisi terkini serta strategi pembangunan ekonomi untuk Indonesia.
Berbeda dengan Outlook lainnya, BRI Microfinance Outlook kali ini mengangkat tema “Empowering the People’s Economy: A Pillar for Achieving Inclusive & Sustainable Growth” yang fokus membahas strategi pemberdayaan masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi berbasis rakyat.
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, termasuk BRI sebagai institusi BUMN yang berperan aktif dalam pemberdayaan sektor ini.
Dia menyoroti pentingnya sinergi antara BUMN dan keuangan negara melalui Kementerian Keuangan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk terus memperkuat ekonomi nasional melalui berbagai program, termasuk kegiatan expo UMKM ini.
“Di tengah ketidakpastian global ekonomi kita selalu masih terjaga pertumbuhannya, stabil di level 5%. Selama ini kita terus menjaga baik dari sisi permintaan maupun dari sisi produksi ataupun supply side. Penguatan kesehjateraan yang dilakukan oleh BRI dengan fokus pada UMKM bahkan di pedesaan sangat kami hargai karena ini akan bersatu bersinergi dengan upaya Pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan melalui kehadiran para pembicara terkemuka, pihaknya berharap memperoleh gagasan strategis terkait tantangan ekonomi global dan domestik, serta policy responses yang dapat diambil untuk mengatasinya.
Baca Juga: Kemendikdasmen Ganti Nama PPDB Menjadi SPMB, Ini Jalur Penerimaan Murid Baru yang Ditetapkan
Artikel Terkait
DeepSeek Salip ChatGPT di App Store: AI Cina Dengan Biaya Rendah Mengguncang Pasar AS dan Memicu Debat Besar tentang Masa Depan Teknologi
DeepSeek Gegerkan Dunia! Startup AI Murah dari China Diklaim Mengancam Hingga Kalahkan ChatGPT Sang Raksasa Teknologi, Saham Teknologi AS Turun Jauh!
Kecelakaan Tragis di Langit Amerika: Tabrakan Antara Pesawat Jet American Airlines dan Helikopter Black Hawk di Udara Washington
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Ekonomi Filipina Gagal Capai Target Pertumbuhan 2024, PDB Hanya Tumbuh 5,6 Persen, Begini Dampaknya Pada Perekonomian!
Kecelakaan Mengerikan! Pesawat Penumpang Tabrak Helikopter Militer di Dekat Bandara Reagan, Washington D.C. Operasi Penyelamatan Intensif!
Tragis! 30 Orang Tewas Akibat Desak-Desakan Ritual Mandi Suci di India
Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir, Ribuan Warga Sudah Mengungsi
Putri Beatrice Sambut Kelahiran Anak Kedua, Athena Elizabeth Rose
Kasus Pagar Laut Tangerang, Enam Pejabat BPN Dicopot dari Jabatannya