INSIBERNEWS, Purwakarta - Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, terus mendorong pengembangan areal yang memproduksi bahan pangan di wilayahnya. Setelah sukses menjaga surplus beras setiap tahunnya, Dispangtan melebarkan sayap dengan mengincar lahan tidur yang akan disulap menjadi areal persawahan padi gogo.
Kepala Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan, areal persawahan di wilayahnya terus digenjot untuk menghasilkan padi.
Berbagai upaya dilakukan, supaya target nasional akan produktivitas pertanian bisa tercapai. Salah satunya dengan meningkatkan indeks pertanaman, dari 1 kali, bertambah menjadi dua kali. Kemudian dari dua kali menjadi tiga kali tanam dan panen.
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Purwakarta Gelar Rakor Tata Kelola Kehumasan Dan Pelayanan Informasi
"Areal sawah semi irigasi teknis indeks pertanamanya atau IP sudah meningkat dari dua kali tanam ke tiga kali. Begitupun dengan sawah tadah hujan, dari satu kali tanam ke dua kali tanam," ujar Midan, Minggu (7/7/2024).
Untuk sawah tadah hujan, lanjut Midan, pemerintah memberi fokus perhatian lebih. Yakni, dengan menyiapkan bantuan-bantuan alsintan. Seperti, pompa air dalam program pompanisasi, benih padi, pupuk, dan lainnya.
Sehingga, para petani sawah tadah hujan yang tadinya hanya sekali tanam, menjadi tambah bersemangat untuk tanam dua kali. Tentu, kebutuhan airnya bisa terpenuhi dengan bantuan pompa.
Saat ini, lanjut Midan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementeria Pertanian memberikan target kepada Purwakarta untuk mengelola padi gogo, atau padi yang ditanam di areal perkebunan atau tegalan.
Baca Juga: 45 Bungkus Teh China Isi Sabu Ditemukan di RS Fatmawati, Polisi Langsung Buru Dua Sosok Ini!
"Kami akui, sampai awal Juli ini kami belum bisa tanam padi gogo. Kendalanya apa? Karena, padi gogo kesulitan mencari sumber air permukaan," ujar Midan.
Awalnya, pemerintah pusat menargetkan 97 hektare sawah padi gogo bisa ditanam di Purwakarta. Bagi Dispangtan Purwakarta, areal tersebut dinilai kecil. Pasalnya, instansi ini menjanjikan bisa menanam padi gogo di areal seluas 200 hektare.
Lahannya sudah ada, yakni milik Perhutani. Akan tetapi, permasalahannya adalah sumber mata air. Sebab, di areal padi gogo itu benar-benar tidak ada sumber air permukaan.
Artikel Terkait
Catat! Ini Manfaat Susu Unta bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Agak Lain! Bukan Kasih Petunjuk Arah, Pengantin Ini Malah Pasang Baliho agar Tamu Undangan Tak Nyasar
Dulu Sesumbar jadi Pahlawan, Kini SYL Menangis Sesegukan Saat Pembelaan
Menko PMK Dukung Bayar Kuliah dengan Pinjol, Ini Tanggapan Ahli!
Konsumsi Buah Pisang dan Alpukat Tidak Boleh Bersamaan, Mengapa? Begini Alasannya
BPOM Ingatkan Banyak Jajanan Pasar Dapat Menyebabkan Kanker, Kenali Ciri-Cirinya!
Ini dia, Singkatan Plesetan Nama Kota-kota di Indonesia, Netizen: Lucu Juga Ya
Balongub Andra Soni - Dimyati Optimis Menang di Pilgub Banten,Di Dukung Lima Partai
Awas! Jangan Sampai Jadi Korban, Kenali Modus Penipuan di WhatsApp
Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, Pemkab Purwakarta Gelar Doa Bersama dan Pawai Obor