Awas! Jangan Sampai Jadi Korban, Kenali Modus Penipuan di WhatsApp

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 7 Juli 2024 | 12:34 WIB
WhatsApp (foto: Istimewa)
WhatsApp (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Pengguna aplikasi pesan WhatsApp (WA) perlu berhati-hati akibat maraknya modus penipuan yang memakan korban belakangan ini.

Penipuan kebanyakan memanfaatkan file APK yang dikirim acak ke nomor pengguna Whatsapp bertujuan agar penerima mengklik dan mendownload file kiriman, kemudian tanpa sadar aplikasi jahat terinstal di HP-nya.

Para penipu online berharap agar penerima WhatsApp memberikan akses secara tak sadar ke ponselnya sehingga data atau akun finansial bisa dibajak.

Kenali sejumlah modus penipuan di WhatsApp seperti berikut,

  • Modus Kurir

Penipu yang mengaku berasal dari jasa pengiriman akan mengirim lampiran berbentuk apk dengan tulisan 'LIHAT Foto Paket'.

Penerima pesan yang mengunduh file itu akan kehilangan uang yang disimpan di bank. Berbagai data termasuk keuangan yang bisa diambil oleh pelaku.

Baca Juga: Mengenal Joki Strava, Tren Media Sosial X yang Disebabkan karena Olahraga Lari

  • File Undangan Nikah

Korban akan dikirimi file apk oleh orang yang tidak dikenal sebuah undangan pernikahan.

Penipu mengajak korban membuka file kiriman berjudul Surat Undangan Pernikahan untuk mengecek kebenaran file di dalamnya.

  • Surat Tilang Palsu

Hati - hati modus surat tilang palsu pelaku kirim file apk berjudul 'Surat Tilang-1.0 apk' jangan sekali-kali mengklik / download file dgn ekstensi ".apk" dari orang tak dikenal.

  • Pengumuman dari Bank

Modus penipuan ini adalah membuat pengumuman seakan berasal dari bank. Mengenai perubahan tarif transaksi dan transfer yang tidak masuk akal.

Penerima WhatsApp akan diberi link untuk mengisi formulir, link tersebut akan membuat data mereka dicuri.

Baca Juga: Film Deadpool & Wolverine: Ryan Reynolds dan Hugh Jackman dapat Hadiah Blangkon dan Bandana Batik Indonesia

  • Kuras rekening pakai kode QR

Quishing, yaitu kombinasi dari kode QR dan phishing. Pelaku akan memancing korbannya agar mendapatkan informasi dan detail pribadi mereka.

Halaman:

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X