Penyebab kematian para peserta disebut bervariasi, mulai dari heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), hingga tuberkulosis. Seluruh korban meninggal dalam kurun waktu sekitar 10 hari selama menjalani rangkaian latihan dasar militer.
Evaluasi Standar Keselamatan Jadi Sorotan
Peristiwa ini memicu perhatian luas karena latihan dasar kemiliteran melibatkan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, khususnya bagi peserta sipil yang belum terbiasa menjalani latihan berat atau memiliki kondisi fisik tertentu.
Meninggalnya lima peserta dalam waktu yang relatif singkat memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fisik peserta, mekanisme pemeriksaan kesehatan, pengawasan selama pelatihan, hingga penerapan standar keselamatan dalam program tersebut.
Komnas HAM menilai seluruh aspek tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan hak atas keselamatan setiap peserta dalam program negara dapat terlindungi secara optimal. ***
Artikel Terkait
Infus hingga Dugaan Tato Paksa, Polisi Bongkar Fakta Baru Kasus Penyekapan YTR di Bandung
Korban Terus Bertambah, Gempa Kembar di Venezuela Renggut 920 Nyawa
Australia Naikkan Denda Medsos hingga Rp1,1 Triliun, Anak di Bawah 16 Tahun Makin Sulit Akses Platform Digital
Resmi Berlaku 1 Juli! Potongan Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Pendapatan Driver Bakal Naik
Tak Tersinggung PAN Dijuluki Partai Artis Nasional, Zulhas: Artis Itu Cerdas dan Kreatif
Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Mulai Berlaku 1 Juli, Menhub Tegaskan Baru untuk Layanan Roda Dua
Bos Percetakan di Senen Diduga Sekap Tiga Karyawan, Korban Ditemukan Dirantai dalam Ruko
ASN Ditjenpas Jambi Diciduk dalam Kasus Narkoba, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi
Liburan Berujung Maut, Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh dan Tewaskan 11 Orang di Prancis