INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik penyelewengan dan penyelundupan yang merugikan negara.
Dalam pidato kenegaraannya, ia menantang seluruh pimpinan institusi mulai dari TNI, Polri, Bea Cukai, hingga Bakamla untuk tidak ragu membersihkan barisan internal mereka dari oknum nakal.
Langkah bersih-bersih ini dinilai mutlak demi menjawab tuntutan rakyat yang semakin melek informasi terkait ketidakadilan di lapangan.
Menanggapi polemik penegakan hukum di lapangan, Kepala Negara mengingatkan bahwa seorang komandan sejati harus berani menindak bawahannya, meski harus berhadapan dengan dilema batin karena mengadili pihak yang ia promosikan sendiri.
"Kadang-kadang kita sedih. Anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikin pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan," tegas Prabowo menolak mencampuradukkan perasaan pribadi dengan urusan negara.
Buah manis dari penegakan aturan dan akal sehat dalam birokrasi ini langsung tercermin pada meroketnya kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo membeberkan pencapaian fantastis PT Timah Tbk yang berhasil meraup keuntungan bersih hingga Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama tahun 2026.
Angka ini melesat tajam hingga 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mendongkrak valuasi perusahaan.
Tren positif ini rupanya tidak hanya dialami oleh sektor pertambangan, tetapi merata ke berbagai perusahaan pelat merah lainnya.
Baca Juga: Buntut Tantangan Viral Baca Al-Quran di Ancol, Dua Tersangka Penistaan Agama Akhirnya Masuk Bui
Pemerintah mencatat lonjakan laba yang luar biasa pada PT Semen Indonesia sebesar 408,9 persen dan PT Pupuk Indonesia yang naik 252,8 persen.
Peningkatan serupa juga ditorehkan oleh PT Pertamina, Pegadaian, Pelindo, hingga PTPN yang seluruhnya membukukan pertumbuhan keuntungan secara masif.
Selain peningkatan laba, penyelamatan aset negara juga difokuskan pada upaya reaktivasi maskapai kebanggaan nasional, Garuda Indonesia.
Sebanyak 20 pesawat yang sebelumnya dilarang terbang kini berhasil dioperasikan kembali, sehingga total armada aktif bertambah menjadi 140 unit.
Di sisi lain, pemerintah juga berani melakukan audit ketat dan mengoreksi berbagai laporan keuangan palsu dari sejumlah BUMN agar mencerminkan kondisi riil yang transparan.
Baca Juga: Ambulans Tabrak Bocah 10 Tahun Saat Karnaval HUT ke-81 RI di Pinrang, Sopir Bawa Pasien Darurat
Berkat manajemen yang jujur, setoran dividen bersih BUMN untuk kas negara terus mengalami lompatan tajam. Jika pada 2024 dividen bersih setelah dikurangi Penanaman Modal Negara (PMN) tercatat sebesar Rp53 triliun, angkanya melesat menjadi Rp138 triliun pada 2025.
Bahkan untuk tahun 2026 ini, pemerintah memproyeksikan negara akan menerima dividen hingga Rp200 triliun murni tanpa ada lagi suntikan dana dari APBN.
Keberhasilan besar dalam tata kelola kekayaan negara ini tentu tidak lepas dari peran strategis badan pengelola investasi nasional.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pimpinan Danantara yang sukses membawa perubahan nyata. Prabowo menilai pimpinan lembaga tersebut sangat pantas menerima bintang kehormatan pada momen perayaan kemerdekaan atas integritas yang telah ditunjukkan.***
Artikel Terkait
Kawal Sidang Tahunan MPR RI 2026, 8.095 Personel Gabungan Disiagakan Tanpa Senjata Api
Buntut 269 Pelajar Berastagi Keracunan Makan Siang, Kepala BGN Langsung Copot Pimpinan Dapur
Jokowi dan Deretan Mantan Wapres Kompak Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026 di Senayan
Ketua MPR di Sidang Tahunan 2026: 'Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Bagi-bagi Makanan, Ini Investasi Bangsa'
Sentil Panglima TNI dan Kapolri, Prabowo: 'Tak Mungkin 1000 Tambang Ilegal di Babel Beroperasi Tanpa Bekingan Aparat!