Buntut Tantangan Viral Baca Al-Quran di Ancol, Dua Tersangka Penistaan Agama Akhirnya Masuk Bui

Photo Author
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02 WIB
Ilustrasi - Pelaku di tangkap polisi (Unsplash)
Ilustrasi - Pelaku di tangkap polisi (Unsplash)
INSIBERNEWS - Kasus dugaan penistaan agama yang memicu keresahan publik di ajang festival musik "The Sounds Project" di kawasan Ancol, Jakarta Utara, kini masuk ke babak baru.
 
Dua orang terduga pelaku resmi dijebloskan ke sel tahanan dan penanganan perkaranya ditarik ke Polda Metro Jaya.
 
Pada sore hari, kedua tersangka yang terdiri dari seorang pria berinisial E dan perempuan berinisial R tampak pasrah saat keluar dari ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum.
 
Di bawah pengawalan ketat petugas, mereka berjalan menunduk dengan tangan diborgol serta mengenakan baju tahanan menuju rutan tanpa melontarkan satu kata pun.
 

Sebelum dilimpahkan ke tingkat polda, proses awal kasus yang menjadi sorotan hangat ini ditangani secara cepat oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara.
 
Langkah penahanan terhadap para terduga pelaku dilakukan tak lama usai insiden pada Minggu (9/8) tersebut meledak di jagat maya.
 
Kepolisian setempat bergerak responsif demi mencegah meluasnya kegaduhan di tengah masyarakat, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan terukur sesuai aturan.

Mewakili jajaran kepolisian yang pertama kali menindak laporan kasus ini, Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Oki Waskito, memberikan keterangan resmi terkait penangkapan para pelaku.

"Kami mengamankan dua orang, yakni perempuan berinisial R dan seorang pria berinisial E. Malam ini atau besok, sudah ada peningkatan status menjadi proses sidik," terang Kombes Oki saat memberikan penjelasan di Jakarta pada Rabu (12/8).
 

Sejalan dengan peningkatan status hukum tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan bahwa seluruh berkas pemeriksaan beserta tersangka telah diserahkan penuh ke instansinya.
 
Pelimpahan ini dilakukan guna memusatkan jalannya penyidikan serta mempercepat penyelesaian perkara yang menyangkut sentimen keagamaan.
 
Tim penyidik kini berfokus pada pendalaman alat bukti tambahan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci yang ada di lokasi kejadian.

Perkara ini sendiri meledak dari sebuah rekaman video amatir yang mendadak viral di platform X (sebelumnya Twitter) melalui unggahan akun @Jakartatalk.
 
 
Dalam tayangan itu, terlihat sebuah stan dari salah satu merek minuman menggelar permainan tantangan bagi para pengunjung festival.
 
Namun nahas, permainan itu berujung pada kemarahan publik lantaran meminta pesertanya untuk membacakan ayat suci Al-Qur'an di tengah riuhnya acara musik, sebuah tindakan yang memicu kecaman keras.

Merespons gelombang protes warganet, pihak penyelenggara "The Sounds Project" langsung bertindak cepat memberikan klarifikasi agar masalah tidak semakin keruh.
 
Lewat pernyataan resmi di akun media sosial mereka, panitia meminta maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mereka juga mengklarifikasi bahwa tantangan kontroversial tersebut murni inisiatif sepihak dari pihak pengelola stan minuman dan berada di luar arahan serta persetujuan panitia acara.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X